Saturday, April 09, 2016

Tentang si helem (3)

Helem sepeda saya sering hilang tapi biasanya ketemu lagi. Kali ini, helem sudah hilang dua minggu dan entah bagaimana dan dimana hilangnya. Jadi ya terpaksa (dipaksa suami) harus beli lagi.
Saya sudah cek online dan menemukan sebuah helem warna merah yang rada lumayan bagus lah tampangnya dan ada stock di toko terdekat. Pas dicek langsung, eh, ternyata yang ukurang paling besar pun ngga muat di kepala saya. Saya coba pelbagai helem yang ada di rak. Warna macam-macam saya coba semua; dari merah, biru, hijau, kuning, perak, ungu, bahkan merah jambu! Semuanya kesempitan. Ini rak helem khusus orang dewasa lho, padahal.  Saya sampe sakit kepala nyut-nyutan dan hampir menyerah.
Tapi terus ada seorang pramu-toko yang mendekati. Sambil menunjuk pada helem hitam di rak paling bawah yang tampangnya membosankan, dia bilang: "I think you need that one, the largest one we have." (Saya rasa anda butuh yang satu itu, yang paling besar ukurannya."
Saya menjawab: "Oh, thanks, these all are too tight." (Oh, terimakasih, ini semua kesempitan."
Dia melihat saya dan dengan kalem berkata, "Of course they are." (Ya, tentu saja).
Aduh!!!

No comments: