Saturday, April 09, 2016

Tentang si helem (3)

Helem sepeda saya sering hilang tapi biasanya ketemu lagi. Kali ini, helem sudah hilang dua minggu dan entah bagaimana dan dimana hilangnya. Jadi ya terpaksa (dipaksa suami) harus beli lagi.
Saya sudah cek online dan menemukan sebuah helem warna merah yang rada lumayan bagus lah tampangnya dan ada stock di toko terdekat. Pas dicek langsung, eh, ternyata yang ukurang paling besar pun ngga muat di kepala saya. Saya coba pelbagai helem yang ada di rak. Warna macam-macam saya coba semua; dari merah, biru, hijau, kuning, perak, ungu, bahkan merah jambu! Semuanya kesempitan. Ini rak helem khusus orang dewasa lho, padahal.  Saya sampe sakit kepala nyut-nyutan dan hampir menyerah.
Tapi terus ada seorang pramu-toko yang mendekati. Sambil menunjuk pada helem hitam di rak paling bawah yang tampangnya membosankan, dia bilang: "I think you need that one, the largest one we have." (Saya rasa anda butuh yang satu itu, yang paling besar ukurannya."
Saya menjawab: "Oh, thanks, these all are too tight." (Oh, terimakasih, ini semua kesempitan."
Dia melihat saya dan dengan kalem berkata, "Of course they are." (Ya, tentu saja).
Aduh!!!

Wednesday, March 16, 2016

Kuliah tamu: Siapa yang salah?

Saya diundang memberikan kuliah tamu di kelas COMM 1101: Pengantar Komunikasi oleh kolega minggu lalu. Kuliah saya dijadwalkan di paruh ke-2 di kelas yang panjangnya 2 jam. Tapi saya bilang pada kolega saya bahwa saya akan tiba sebelum kelas dimulai.
Nah, pada hari H saya tiba di aula kuliah yang bergaya bioskop tepat lima menit sebelum kelas dimulai dan duduk di baris tengah. Tak lama, sang pengajar datang. Saya langsung melambai-lambaikan tangan saya kepadanya. Dia sempat mendongak ke arah saya tapi sepertinya tidak mengenali saya. Ya sudah, saya duduk saja dengan manis. Tak berapa lama, saya merasa ada yang aneh. Baru saya sadar bahwa si pengajar tersebut tidak mirip dengan kolega saya; sangat casual bahkan agak berantakan. Sementara kolega saya itu selalu rapi jali dengan jas dan dasinya. Diam-diam saya berjalan turun mendekat pada podium dan akhirnya jelas terang terlihat bahwa dia bukan kolega saya! Ya, tentunya saya berada di kelas yang salah. Eh, kelasnya betul, sayanya yang salah!
Ketika jalan ke luar saya lihat ada tulisan besar di depan pintu: ECON 1000: Pengantar Ekonomi.