Tuesday, September 29, 2015

Tentang si helem (2)

Saya bertemu dengan mahasiswa di depan kantor di kampus dan ternyata saya masih pakai helem dan kacamata hitam.
Terjadilah percakapan berikut. 
Student: Good morning, professor Lim. How are you doing?
Me: Hi XXX, good morning, I'm well, thank you.
Student: You have your helmet with you. Do you ride a bike to campus?
Me: No, I wear a helmet when I write, writing can be dangerous when you're doing it right.

Tentang si helem (1)

Saya bersepeda secara rutin baik ke kantor/kampus maupun tempat2 lainnya selama 12 tahun terakhir. Iya, cuma ini pengaruh (tinggal di) Belanda yang melekat, saya sangat tidak ke-Walanda2-an walaupun ada seiprit darah Londo mengalir di tubuh saya. Nah, selama ini saya ngga pake helem, tapi setahun belakangan akhirnya saya pake, gara2 suami saya si J memaksa.
Untuk meyakinkan saya, dia suka mengutip statistik dan fakta2 saintifik tentang gunanya helem. Dia juga  bilang, "But more importantly, we need to protect this beautiful oversized head of yours from any further damage, even though we both know that it's been permanently damaged in some ways. Also, as a Canada Research Chair, your brain is a valuable asset. We don't want to turn you into a Canada Research Couch, oh well, between us, we know you already are, we just don't want it to be publicly known."
Dasar pintar bersilat kata, akhirnya saya menyerah. Dan memang berguna sih helem itu walaupun juga bikin repot. Berguna karena pagi ini saja saya sudah menjedukkan kepala ke pintu garasi 2 kali padahal cuma berdiri di samping sepeda. Sepertinya barang2 tak bergerak pun suka berkonspirasi untuk menyerang saya. Untung pake helem! Repotnya, minggu ini saya si helem ini sudah ketinggalan di 3 tempat -- di supermarket, di kedai kopi, dan di tukang baklava. Dalam tiga kejadian ini, saya baru ingat bahwa helem ketinggalan setelah jalan --- untung helem-nya ngga kemana2 dan ga bisa jalan. 

Wednesday, June 17, 2015

Skandal Jepit

Begitu tiba di depan kantor, saya merasa kesulitan untuk berjalan. "Kenapa susah ya?"
Sidik-selidik, astaga, ternyata saya memakai dua sandal yang berwarna sama tapi model yang amat sangat berbeda (satunya girly banget berasesoris diamonds dan satunya sandal jepit) dan, yang paling bermasalah, ternyata tinggi (hak-nya) tidak sama!!!! Beda 2,5 sentimeter saja! Pantas duniaku koq terasa miring :)
Langsung saya pura2 bergaya dan jalan di 'normal-normal'kan dan pura2 tidak melihat orang, seakan-akan tidak diperhatikan siapapun.
Begitu sampai di elevator, eh kaget banget tahu2 speakernya berkata "Is there anything we can help?" 
Saya jawab, "No, everything is fine." 
Si speaker bilang ada seseorang yang memencet emergency button, dan bertanya sekali lagi, "Is there anything wrong? How can we help?". 
Saya jawab "No, no, nothing's wrong. I didn't push it, probably somebody else before me." 
Akhirnya si speaker, atau orang di balik speaker, bilang "OK, have a nice day!".
Koq bisa ya? Jangan2 si elevator bisa lihat sandal saya yang penuh skandal! 
#skandaljepit #konspirasisandal #komedi #tragedi #skandalsandal