Thursday, December 12, 2013

Tiga kali coret dalam 30 menit

"Apa kamu sudah bawa semua? Boarding pass, telepon, charger, dompet?" si lelaki bertanya pada si perempuan.
"Iya, iya, sudah koq" jawab si perempuan.

Si lelaki menaruh koper di dalam bagasi mobil dan kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil.

Dua menit kemudian....
"Oh! Tidak! Saya lupa kunci apartemen!" Si lelaki menyetir balik si mobil kembali ke arah rumah mereka.
"Apa kamu pegang kunci2 itu? Saya kasih ke kamu ngga sih kemarin?" tanya si perempuan.
"Tidak, sayang, kamu meninggalkannya di atas meja makan, kemarin," si lelaki membalas.
"Ah ya, kamu benar, saya meninggalkannya di atas meja ketika kita bertukar kunci."
"Iya, saya tidak mengambil kuncimu," balas si lelaki sambil tersenyum.
"Ah, kamu betul".

Tidak terlalu lama, mereka tiba di rumah. Si perempuan berlari2 kembali ke dalam rumah dan mengambil si kunci yang memang seperti diduga tergeletak begitu saja di meja dapur. Mereka kemudian bergegas meluncur ke bandara. Dalam waktu sepuluh menit, mereka tiba di zona pemberangkatan. Si perempuan mendaratkan ciuman di bibir si lelaki, mengucapkan selamat tinggal, dan berjanji bahwa dia akan menelepon sebelum boarding.

Lima menit kemudian...
"Riiiiiiing!!!" Si lelaki menerima telepon dari nomor yang tak dikenal.
"Halo?"
"Ya, halo sayang, ini aku... istrimu ini membuat kebodohan. Saya menelpon dari Skype.... seperti yang kau bayangkan, saya melupakan si telepon genggam."
"Oh geez... bukankah tadi saya sudah tanya soal si telepon? Apa yang harus saya lakukan sekarang? Kembali ke bandara atau mengeposkan telepon mu?"
"Kita masih punya waktu, apakah kamu bersedia kembali ke bandara, sayang? Kita bertemu pintu tempat kamu menurunkanku tadi... Maaf sekali ya"
"OK, kita ketemu di situ..... back to where we began.”

Dua puluh menit kemudian...
"Hmmm... koq mobilnya belum datang ya..."
Si perempuan tak bisa menelpon si lelaki. Sinyal wifi bandara tidak sampai ke area di luar gedung. Si lelaki jelas tak bisa menelpon si perempuan.... lha wong telepon genggam-nya kelupaan koq.

Lima menit kemudian....
"Hey hey hey!!!!" si lelaki berteriak dari dalam mobil.
Si perempuan menoleh ke arah mobil tersebut dan tersenyum....
"Oh, akhirnya.... kamu.... thank goodness!"
"Ini teleponmu... uhhmmmmm…. do you know it’s not the same door?"
"Oooooh!!!!!"

True story. 
The original conversation was entirely in English. 

n.b. tulisan ini di-posting karena diingatkan oleh DP.... matur nuwun ya mas :) 

1 comment:

Dimas Prakoso said...

akhirnya bisa baca tulisannya lagi.. heehehehe.... thanks Prof.