Saturday, August 28, 2010

Lambat2 jangan cepat2

Hari Rabu malam saya mengajar untuk pertama kalinya di semester ini. Kelas metologi lanjut dengan judul "Creative Methods". Ada 11 mahasiswa PhD yang berasal dari berbagai negara di dunia (US, Canada, Lebanon, Japan, and China). Kelas malam itu cukup menyenangkan. Satu2nya yang bikin saya agak menyesal adalah tertinggalnya kabel laptop yang masih tertancap di tembok.

Setelah berusaha mengingatkan diri saya berkali2, bahkan di dalam mimpi sekalipun, saya ingat untuk kembali ke kelas tsb pagi harinya. Ternyata ada kelas di dalamnya. Ada seorang professor agak sepuh dengan mahasiswa2 sekitar 20 orang. Mereka kayaknya asik berdiskusi. Jadinya saya canggung untuk masuk. Saya cuma berdiri saja di depan pintu kelas yang terbuka.

Ternyata si professor melihat saya, jadilah diskusipun terhenti. Tergagap-gagap saya bilang, "Ex...excuse me, for for, uhm.. interrupting. Ah...ah... I was.. I was teaching here yesterday evening... and... uh... I left some..something...uhm..a cord."

"Oh, sure, come in," dia menjawab. Saya cepat2 masuk. Karena gugup dan malu, saya berlari ke tempat dimana si kabel itu berada. Saya memang suka jadi clumsy & rusuh ngga jelas kalau sedang malu, gugup, atau takut. Lari ternyata adalah pilihan yang kurang tepat. Tahu2 saya tersandung sesuatu dan sukseslah jatuh ke lantai. Tapi ngga jatuh terjerembab sih, karena tangan saya berhasil menahan tubuh sebelum kandas di lantai. Tapi tetap malu dan saya dengar mahasiswa2 itu cekikikan menahan tawa.

Pak professor bertanya, "Is everything OK?" "Uhm... uh... Yes... yes... I found my cord. Sorry for bothering you all. I couldn't work without this cord." jawab saya sambil berusaha lempeng. Saya ambil si kabel dan langsung kabur tanpa memasukkan dia ke dalam tas.

"Thank you, thank you, and sorry again."

"No problem," kata pak Prof.

Saat saya melangkah keluar terdengarlah suara tawa yang riuh rendah!!! Sial dehhhhhhh...

p.s. Ketika saya cerita pada suami saya ttg kejadian itu, dia senyum2 dan memeluk saya sembari bilang, "Honey, when you are scared or nervous be slow, not fast!"

Friday, August 20, 2010

Yakin koq sudah jam 10

Tak lama setelah saya bangun -- tidurnya pendek banget dan masih jetlag dan cape setelah pesawat yang super panjang dan lama -- saya langsung keluar dari hotel. Saya pingin tiba di tempat janjian 30 menit sebelumnya. Janjian saya jam 10:30 pagi. Matahari sudah tinggi, jalanan sudah cukup ramai dengan pedagang2 kaki lima dan orang2 yang jogging dan sarapan. Tentu saja saya yakin jam saya pas, 9:45 ketika saya meninggalkan hotel.

Yang mengejutkan, koq shopping mall-nya masih tutup ya?

Tapi saya lihat banyak orang jalan lewat security gate, jadi saya ikuti saja mereka. Semuanya lolos2 aja melewati si gate itu, ngga ada kesulitan dengan si satpam-nya. Tapi tiba2 giliran saya, koq saya disetop pak satpam. "Maaf mbak, belum boleh masuk," katanya. "Lho koq? Itu orang2 semua pada masuk," sahut saya. "Cuma pegawai yang bisa masuk, mall nya baru dibuka untuk umum jam 10, mbak," jawab si pak satpam.

Saya (S): Tapi ini kan sudah lewat jam 10 pak.
Satpam (SP): Oh ya?
S: Betul, ini sudah jam 10:08 (saya tunjukan hp Indonesia saya)
SP: Hmmmm...... (mengecek hp dia sendiri), ini baru jam 9, mbak.
S: Ah, saya yakin ini jam 10 koq pak.
SP: Belum, mbak, ini betul baru jam 9.
(orang2 langsung melirik pada kami)
S: Ah masa sih Pak?
(Pak Satpam cuma bengong dan tampak bingung. Dia menatap saya dengan seksama)
S: Oh, noooo..... wrong timezone. Saya pikir sudah betul.
S: Aduh gimana ya, saya pikir ini jam 10 lho.
SP: (memandang saya dengan pasrah) Ya sudah mbak, mbak boleh masuk.

Yayyyy!!! Saya berhasil masuk..... mungkin si mas satpam itu merasa kasihan ya sama orang yang bingung :)