Wednesday, March 03, 2010

Mengingat sekotak jus

Ini masih cerita seputar si 'lupa' lho... jangan bosan ya?

Sekitar setahun terakhir ini saya jarang belanja ke pasar-swalayan sendirian. Saya dan si dia biasanya belanja bareng. Dulu2 kita punya daftar belanjaan masing2, eh salah deng, dia punya daftar, saya ngga pernah bawa! Sekarang2 tentunya daftar kita satu dan suami saya yang selalu pegang daftar. Tapi kadang2 ada juga saatnya salah satu dari kita harus belanja sendiri dan biasanya setiap saya belanja sendiri, selalu ada saja yang lupa!

Hari Jumat kemarin saya musti belanja sendiri. Pas balik ke rumah, si dia langsung meriksa2 kantung belanjaan. Eh tahu2 dia bilang, "You bought the juice! Wow!" Terus dia langsung joged2 keliling dapur sambil mengulangi kata2 ini, "Yay, she didn't forget the juice!" terus mendaratkan sebuah pelukan dan bilang, "I'm sooooo proud of you!" sambil ngeyek tentunya.... hehe.

Saya membalas, "Yeah, that surprised myself!"

Dia bertanya, "Did you have a list?" "No" saya jawab, terus saya berhenti dan melanjutkan,"Oh well, I actually had....but.."

"Oh well, that's a wrong question. Even if you had a list, you wouldn't remember bringing it with you. Or if you brought it with you, you would leave it in the car. Or even if you had the list with you, you wouldn't remember to look at it!" dia meneruskan.

Haha, tentunya dia benar. Jadi fakta bahwa saya ngga lupa beli sekotak jus itu adalah sebuah keajaiban yang harus dirayakan dong!

Walaupun malamnya kami berdua sadar bahwa ternyata saya melupakan satu hal yang malah lebih penting. Saya lupa beli GARAM!

2 comments:

Antyo Rentjoko said...

Berbahagialah mereka ingat tentang sebuah lupa. :)

mer said...

mas tyo: haha... betul sekali.