Wednesday, March 17, 2010

Orang kan butuh makan

Hari itu hari Jumat. Hobby tidur saya berbuah sebuah kesibukan di pagi hari -- karena terlambat bangun, tentunya -- sehingga tak sempat apa2 selain minum kopi. Saya mengayuh sepeda secepat kilat dan sampai di kantor dengan selamat.

Lega ternyata saya tidak lupa bawa kunci kantor. Si G, staff administrasi yang biasanya selalu membantu saya dalam adegan2 tak jelas sudah tidak kerja lagi di kantor, jadi sekarang kalau lupa bawa kunci sulit dapat kunci master. Saya juga gembira karena ada sebuah cek yang sudah lama saya nantikan di kotak pos saya. Pagi itu pokoknya berjalan lancar. Tapi siang2 tahu2 perut saya kruyuk2. Oh tentu saja, belum makan apapun dari pagi. Mumpung punya waktu sebelum rapat2 yang akan berlangsung sampai sore sekali, saya memutuskan untuk pergi ke Memorial Union untuk beli makan siang sekaligus mendepositkan cek di bank-nya kampus.

Oh ternyata saya lupa bawa dompet. Wah, tak bisa beli makan siang. Ya sebetulnya sih bisa pinjam dulu sama teman2 yang mungkin ada di kampus, tapi eh, koq saya juga lupa bawa HP. Tapi ya saya nekad ke bank, sambil pikir mungkin saya bisa ambil uang untuk makan. Walaupun biasanya mustahil untuk bisa ambil uang tanpa menunjukkan kartu tanda pengenal.

Nah, saya berdiri di depan 3 jendela di bank. Ada seorang wanita tua, wanita muda, dan seorang laki2 yang sangat muda. Saya pergi ke jendela ke-3.

"Bisa saya bantu?"
"Ya, saya ingin mendepositokan cek ini dan juga ingin mengambil uang $20"

"Bisa saya lihat cek-nya?"
"Boleh... tapi saya lupa bawa dompet, jadi tidak punya kartu apa2"

"Tak ada satupun?"
"Tak ada, tak ada kartu, tak ada pengenal identitas"

"Hmmm.... tak bawa kartu"
"Ya, tapi saya ingat koq nomor rekening saya"

"Oh ya?"
"Ya, saya ingat. Ini nomornya xxx-xxx-xx."

"M.... L...?" (saya mengangguk) :OK, cek nya sudah masuk, tabungan atau checking?"
"Checking.... bisa ambil $20 juga?"

"Hmmm... tapi kan tidak ada kartu identitas"
"Uhm.. err... ya, tidak ada, tapi boleh tanya nomor apapun, saya ingat koq. SSN saya xxx-xx-xxxx... passport saya Axxxxx... kartu ASU saya ..."

"OK...OK", si laki2 muda tersenyum.
"Dan masalahnya ini saya lapar sekali.... sangat sangat lapar dan tak punya uang."

"OK, ini dia uang $20-nya. Lagian, orang kan butuh makan!", Mike, si laki2 itu, tersenyum lebar sekali!

Ya, tentu saja orang kan butuh makan! Beruntunglah saya dikasihani oleh si Mike.... dan tentunya shore-line combo sushi saya siang itu terasa enak sekali!!!

Tuesday, March 09, 2010

Cutie tempel

Desember kemarin kami terbang dari Phx ke Jkt dengan transit di LA & Taipei. Jauh juga, kalau dijumlah2 mungkin total 30-jam-an.

Kami terbang dari Phx sore2, dan di pesawat tidak dapat makan, jadi waktu transit di LA kami mengunyah granola & buah2an -- apel, pisang dan clementine (jeruk kecil2) -- yang kami bawa sebagai makan malam. Saya suka apel tapi tak suka pisang, sementara si J lebih suka pisang. Si jeruk kecil adalah favorit kami berdua.

Sebelum saya makan, saya lepaskan stiker-stiker dari si jeruk kecil dan saya tempelkan di kedua pipi saya sembari "making face' sama si J. Stiker2nya berjudul "root 4 the cutie" and "cute rules". Sesudah itu saya masih mengunyah granola dan apel, kemudian jalan2 keliling airport sekalian cari2 air minum.

Terus saya kambali menemui J yang dgn sabar menunggu koper2 kami. Tak lama kemudian, ketika saya buka laptop dan melihat bayangan muka saya di layar saya baru tahu... bahwa selama ini saya jalan2 dengan si stiker2 cutie di muka saya! Pantas orang2 ramah pada saya!

Wednesday, March 03, 2010

Mengingat sekotak jus

Ini masih cerita seputar si 'lupa' lho... jangan bosan ya?

Sekitar setahun terakhir ini saya jarang belanja ke pasar-swalayan sendirian. Saya dan si dia biasanya belanja bareng. Dulu2 kita punya daftar belanjaan masing2, eh salah deng, dia punya daftar, saya ngga pernah bawa! Sekarang2 tentunya daftar kita satu dan suami saya yang selalu pegang daftar. Tapi kadang2 ada juga saatnya salah satu dari kita harus belanja sendiri dan biasanya setiap saya belanja sendiri, selalu ada saja yang lupa!

Hari Jumat kemarin saya musti belanja sendiri. Pas balik ke rumah, si dia langsung meriksa2 kantung belanjaan. Eh tahu2 dia bilang, "You bought the juice! Wow!" Terus dia langsung joged2 keliling dapur sambil mengulangi kata2 ini, "Yay, she didn't forget the juice!" terus mendaratkan sebuah pelukan dan bilang, "I'm sooooo proud of you!" sambil ngeyek tentunya.... hehe.

Saya membalas, "Yeah, that surprised myself!"

Dia bertanya, "Did you have a list?" "No" saya jawab, terus saya berhenti dan melanjutkan,"Oh well, I actually had....but.."

"Oh well, that's a wrong question. Even if you had a list, you wouldn't remember bringing it with you. Or if you brought it with you, you would leave it in the car. Or even if you had the list with you, you wouldn't remember to look at it!" dia meneruskan.

Haha, tentunya dia benar. Jadi fakta bahwa saya ngga lupa beli sekotak jus itu adalah sebuah keajaiban yang harus dirayakan dong!

Walaupun malamnya kami berdua sadar bahwa ternyata saya melupakan satu hal yang malah lebih penting. Saya lupa beli GARAM!