Tuesday, October 13, 2009

[Perjalanan] Si Kartu -- di Honolulu

Pada kunjungan terakhirku ke Hawaii, seperti biasa aku menempati kamar di Lincoln Hall yang memang menjadi tempat akomodasi tamu2 Univ of Hawaii and East West Center. Tak seperti hotel2 komersial, meja resepsionis di sini hanya buka jam 8 pagi sampai 8 malam. Kalau di atas jam 8, tamu harus masuk ke gedung lewat pintu samping, pakai kartu magnetik.

Malam terakhir di Honolulu, saya ngalong di studio kolega saya, seorang professor yang mengundang saya untuk datang ke Hawaii. Kami bekerja sampai kira2 jam 2 pagi untuk menyelesaikan film pendek yang akan ditayangkan besok pagi-nya di workshop. Setelah selesai, saya diantar pak Prof kembali ke Lincoln Hall.

Segera setelah melambaikan tangan ke pak Prof, saya langsung gesek si kartu untuk membuka pintu. Lho, koq, malah kelap-kelip warna merah, bukannya hijau. Saya gesek lagi dan lagi, tetap saya merah! Aduh, si kartu ngga jalan nih.

Jam 2 pagi dan saya sendirian. Langsung pikiran saya kemana-mana. Gimana nih, saya musti tidur di mana. Ada teman2 sih di Honolulu, tapi saya ngga berani nelepon deh. Saya pikir saya mau telepon si pak Prof.... tapi ngga enak sekali, masa ngganggu orang subuh2 gini...

Saya cape sekali dan merasa agak stress dengan kejadian itu. Jadi akhirnya saya duduk saja di anak tangga berusaha menenangkan diri dan berpikir... sementara jari2 saya menggosok-gosok si kartu yang masih saya genggam. Sesuatu yang aneh tahu2 terjadi!!! Tidak ada jin yang tahu2 muncul, sih..... tapi tahu2 saya terkejut.... ternyata si kartu yang saya gesek itu adalah kartu kredit VISA saya!! Ya elah, pantas ngga bisa buka!!!

nb. kartu sebenarnya ada di tas koq ternyata... :)

Thursday, October 08, 2009

[Perjalanan] Boarding pass

Seperti yang saya janjikan hampir sebulan lalu, nah akhirnya cerita perjalanan saya yang pertama muncul di sini. Mudah2an yang kedua ketiga dll ngga malas ditulis ya. Ngga janji lho.

::::

Pesawat saya dari Phoenix ke Burlington via Chicago dijadwalkan pagi sekali (Ya saya 'setop' di Burlington dulu sebelum ke Eropa). Jadi bangun tidur saya tak sempat minum kopi, langsung cabut ke bandara. Kali ini saya tidak bepergian sendiri. Setelah beres check-in dan kemudian melewati pemindai keamanan (security x-ray and scan), saking butuh kopi, saya memutuskan untuk beli kopi, take away, di salah satu kedai bandara.

Setelah itu, kami terus berjalan menuju gate. Di tengah jalan saya berhenti dan bertanya kepada J, teman seperjalanan saya. "Hey, where is my boarding pass? Do you keep it?" J bilang dia tidak pegang. Wah, saya kelimbungan. Cari2 di saku celana, kantong2 backpack, dll. Tak ada! Kami merogoh2 semua tas jinjing, sampai tas gitar, tas mandolin. Tetap ngga ketemu. Benar2 putus asa deh.

Saya mensinyalir si boarding pass ketinggal di mesin pemindai. Jadi saya lari balik ke arah si security. Di tengah jalan saya melewati si kedai kopi (tempat saya beli kopi sebelumnya).

Begitu melihat saya, si tukang kopi langsung melambai2kan sepotong kertas, boarding pass ku!!

Dia berkata, "You paid me with the boarding pass!"

Ooooh, ternyata!!!!

p.s. Alhasil setelah kejadian ini J memegang semua boarding pass perjalanan2 berikutnya!