Tuesday, May 05, 2009

Kisah lain sang Visa

Beberapa minggu lagi, perjalanan musim panas akan berlangsung. Sengaja akan saya kombinasikan agenda konferensi, kuliah umum, dan rencana untuk jalan2... semuanya bakal terjadi di Eropa Barat, di negara2 Schengen. Walaupun sudah puluhan kali melamar visa, tapi tetap saja malas.... rese!

Visa ajaib si O-1 saya di Amerika akan berakhir sudah masa berlakunya. Saya malas urus. Nanti sajalah, sekarang urus si perjalanan ke Eropa dulu deh. Dan harus melamar visa lewat konsulat Belanda.

Saya membuat janji hari Rabu kemarin. Jumpa perwakilan konsulat Belanda jam 2 sore. Karena saya ada rapat2 sebelumnya di ASU, jadi saya bermobil ria ke kampus (biasanya bersepeda ria). Eh, tahu2 saya lupa waktu... sampai jam 1:45pm saya malah masih membantu kolega saya mengoprek program komputernya. Begitu lihat jam, langsung kaget dan langsung ngacir ke tempat parkir. Eh, sampai di sana, saya lupa mobil-nya diparkir di mana, jadilah 10 menit habis hanya untuk cari mobil.

Perjalanan ke Scottsdale (tempat si konsul) dari kampus ya sekitar 20 menit-an lah. Tapi cukup ramai, jadi ya... sudah pasti terlambat. Saya menelepon si orang konsul bilang kalau saya akan terlambat dan katanya beliau ngga papa.

Saya sampai di kantor konsulat 20 menit terlambat! Malu, tapi ya mau gimana lagi. Untung dokumen2 saya rapi, jadi si mbak Konsul itu baik2 saja. Pas acara membayar, saya santai juga, soalnya saya yakin saya bawa uang cukup. Saya keluarkan lah uang tunai dari dompet. Beberapa lembar 20 dollar-an, 1 lembar 10 dollar... oh tak cukup.... sampai akhirnya saya keluarkan semua uang, termasuk yang kelipat-lipat di saku celana, ada 14 lembar uang 1 dollar-an! Masih ngga cukup.

Si mbak konsul mesem-mesem lihat uang 1 dollar-an yang keriput2 itu.

Saya panik karena uangnya ngga cukup. Saya spontan bilang, "Oh, this is all I have. I have no more money." Si mbak malah semakin senyum2. Dia berdiri saja ngga bilang apa2.

Langsung saya bilang, "Oh, sorry, sorry, is there any ATM machine nearby?" Ternyata di gedung itu tak ada ATM mesin tapi kalau bermobil sedikit ke luar ada. Dan si mbak ini bilang dia mau tunggu saya ambil uang di ATM.

Kantor konsul di Scottsdale ini cuma buka berdasarkan perjanjian. Jadi si mbak ini cuma datang ke kantor karena janjian dengan saya. Jadi saya merasa bersalah sekali. Sudah datang terlambat, uang kurang, terus suruh dia menunggu saya ambil uang pula. Tapi ya mau gimana lagi toh?

Jadilah saya ngacir ke ATM. Ketika saya kembali, si mbak Ibu konsul ini senyum penuh arti terus bilang,"I think I know you. You were here last year, right? I remember you well."

Haha, betul sekali.... setahun lalu saya melamar visa juga dan sempat membuat 'cerita' juga... eh sekarang bikin cerita lagi :) Ya ngga papa, jadi diingat oleh kantor konsulat penting :)