Monday, October 13, 2008

[Dari Pittsburgh kembali ke Tempe] Mustinya sih mulus... tapi koq ya....

English version click here

Doa beberapa teman terkabul.....

Kemarin malam saya merenungkan pengalaman bandara saya yang terakhir. Saya bertanya dalam hati, “Apakah mungkin seseorang mengalami kejadian aneh dua kali di dalam satu perjalanan, saat berangkat dan saat pulang?” Mustinya kan kemungkinan itu sangat kecil, walaupun sering terjadi pada diri saya. Pemikiran itu membuat saya hampir yakin bahwa takkan ada kejadian macam2 di perjalanan balik ke Tempe.

Saya sudah mengepak koper malam2 dan pagi ini bisa cek out serta titip koper di resepsionis sebelum pergi ke konferensi. Hari terakhir konferensi sangat berkesan! Walaupun saya sangat lelah, tak enak badan, tapi tetap sangat menikmati acara2 hari ini, terutama presentasi Bang Haji Rhoma Irama serta sesi tanya-jawab dengan beliau. Sangat impresif! Mengubah kesan dan pandangan saya terhadap beliau dan dangdut. Saya akan dan harus menulis ttg hal ini. Ya saya akan!

Konferensi berakhir pukul 1:30 dan saya harus bergegas kembali ke hotel karena supir akan menjemput pukul 1:45. Sebetulnya jarak hotel-konferensi dekat, hanya 5-7 menit jalan kaki. Tapi ya saya tetap harus lari karena saya berangkat dari konferensi agak terlambat, maklum kan harus berpamitan dahulu. Gara2 tergesa-gesa, saya terjatuh di tengah jalan. Ya pas lampu merah sih. Tapi ya lumayan biru2 lutut kiri dan ankle kanan saya. Duh! Sampai di resepsionis ternyata baru sadar bahwa stub penititipan koper hilang jadi butuh waktu untuk mencari koper. Terus pas saya tanya tentang supir, dua staff yang ada di situ ternyata tak tahu menahu. Mereka bilang kalau perlu ya mereka bisa mengusahakan sekarang. Tapi masalahnya transportasi saya kan sudah dibayar oleh Universitas Pittsburgh, jadi saya bingung juga. Eh, tahu-tahu, salah satu staff berkata, agak berteriak,”Oh, wait a minute, are you Dr. Lim?” Tentu saja saya jawab iya. Ternyata ada seseorang yang mencari saya dan orang tersebut untungnya masih ada di luar, di depan lobby hotel, nangkring di dalam sebuah mobil hitam. Tanpa ba bi bu, saya langsung lari ke luar untuk menahan si supir. Kemudian saya balik ke resepsionis untuk mengambil tas dan koper. Si staff bilang,“Luckily you wear a nametag (ada tulisan Merlyna Lim), otherwise how could I guess that you’re Dr. Lim?!?” Oh ya, memang saya memakai nametag seharian, tidak terlalu sadar sih, lha itu nametag terbawa tidur koq.

Untunglah si supir tidak meninggalkan saya. Dari Brian, si supir, saya baru tahu kalau pihak hotel bilang kalau Dr. Lim itu tidak pernah nginap di hotel tsb! Ya ampun. Ah, ya sudahlah, pokoknya saya sampai di bandara dengan selamat. Lagian Brian supir yang menyenangkan.Ternyata si supir ini punya PhD di bidang Ilmu Komputer dan baru pensiun dari militer 2.5 tahun lalu. Obrolan kami menarik sekali.

Saya sampai di bandara lebih dari satu jam sebelum waktu keberangkatan. Jadi mana mungkinlah ketinggalan pesawat? Ya kan?

Pintu keamanan (security gate) dilewati dengan mudah. Tak ada antrian panjang. Tapi waktu saya mengambil barang2 yang diperiksa di mesin sinar x, terjadi kejadian ajaib. Saya kan baru ambil ikan pinggang kulit dari mesin dan berusaha memakainya di celana jeans saya. Tahu2 seorang laki-laki muda bertubuh besar berkaos merah menepuk bahu saya. Dia bilang, ”I’m sorry, I think that’s my belt.” Ya ampun, ternyata saya main sabet aja. Ibu-ibu yang berdiri di belakang saya langsung tertawa2. Malu dikit, saya bilang sama si ibu,”Pantesan, gede banget.” Ya, itu sabuk nya emang gede banget. Heran juga kenapa saya sabet yang segede itu... hihi.

Gerbang saya dekat banget dengan pintu keamanan, jadi muluslah sampai di sana. Tapi entah bagaimana dan kumaha, mungkin kombinasi antara kecapaian goyang dangdut, sisa2 masih sakit, dan kurang tidur, tahu2 saya menghilang begitu saja (ketiduran maksudnya) dan baru sadar pas seorang bapak brewok menepuk saya seraya berkata,”Maam, it’s time to board.” Saya langsung ngorejat hudang alias terkejut bangun!

Ya, saya orang terakhir yang boarding. Tak masalah sih kalau tahu2 tidak terjadi kesalahan sistem! Terjadi hal yang dinamakan "spinner" (ini menurut si petugas Southwest yang kemudian ngobrol2 dgn saya) sehingga saya ngga kebagian tempat duduk. Kalau mau maksa bisa sih, paling2 harus duduk di pangkuan bapak pilot atau di toilet! Eh, beneran mungkin bisa, tapi harus ada relawan yang keluar menggantikan saya. Tapi ya sudahlah, saya pasrah sih. Si Southwest memindahkan saya ke pesawat berikut dengan memberi ganti tiket baru, ditambah voucher seharga tiket yang sudah dibeli dan bonus 200 dollar. Totalnya $416.50. Lumayan nih bisa dipake main ke Indiana dan New York :) Saya juga diberi voucher makan malam sejumlah $12. Si petugas ramah dan baik sekali pada saya apalagi pas tahu kalau saya professor di ASU. Ternyata anak dia dulu kuliah di ASU dan dia berpendapat kalau professor-professor di ASU itu hebat! Hahaha. Gara-gara delay ini saya juga jadi bisa ngobrol2 dengan kolega dan teman baik saya Muhamad Ali yang pesawatnya ke LA dijadwalkan tak lama sebelum pesawat saya.

Ya memang ternyata kisah bandara kali ini pun macam2. Tapi fun-fun saja. Saya akan tiba di Tempe hari ini juga toh. Sekarang sudah 3/4 jalan, sudah di Las Vegas. Lebih dari itu saya juga kan mendapatkan cerita2 menarik, ketemu orang2 yang asik.... ditambah lagi dapat makan malam gratis dan tiket untuk berlibur di hari depan!

lady dayeuh terdampar di Las Vegas

8 comments:

Arman said...

hah phd kok jadi supir?

btw lumayan dong ya dapet voucher 400dollar.. hehehe
ketiduran membawa berkah dong... :)

Nihayatul Wafiroh (Ninik) said...

Oh Mas Ali juga ikut goyang dengan raja dangdut tho???.

bener2 sudah dapat kutukan dari seluruh bandara di dunia kali yeee hehehe

mer said...

arman: dia kan sudah retire, dia cuma jadi supir limousine 2 hari seminggu, sisanya dia jadi supir pesawat jet. iya, berkah, selalu berkah dong...

ninik: iya dong, mas Ali ikutan juga.... btw, bukan kutukan tapi berkah, selalu menyenangkan hehehe.

ND said...

Emang mostly ceritanya happy ending, tapi yg nametag kebawa tidur dipastikan gak mandi dan gak ganti baju khan...gara2 goyang dangdut ya...:-)

titi said...

inget-inget name tag, kemaren gw barusan juga jadi officer, bagian registration counter, bagi2in name tag, nolongin conference participants dll, seru juga. dan makanannya enak2, hehehe

Verena Maya said...

Soalnya tampang lu kagak cucok ama nama lu Mer. Masa kayak beginian DR.Lim?

Pasti mikirnya DR. Lim itu ncek2 dari Hongkong gitu hoahahaha.
Wajah bulat, pala botak, kacamata'an! Pokoknya yang gampang di karikatur deh!

Anonymous said...

Dear professor Lim,
Wooowww,viewpoint nya di JP Nov 10 08, hari ini, asyiik banget. Saya jadi ketawa ketawa sendiri tuh bacanya. Ditunggu lagi deh tulisan tulisan lainya di JP. JP juga udah ada Weekender nya lho (magazine), yang banyak memuat kolom gitu. Mungkin udah tau ya. Nah kalo dah tau, ikut nulis juga donk disitu.
Salam kenal ya teh Lim.
Roy Tirta
Sembelekete@yahoo.com

debbie said...

crita mu selalu penuh lika liku deg2an tp happy ending
Itu yang gw suka ...hehehehe....