Friday, September 12, 2008

Yang tercecer dari Jokja: Amplop, Kurir & Ojeg

Ada satu kisah yang mempanikan, menghebohkan, mengsipu-sipukan dan sekaligus membahagiakan dan mengharukan yang terjadi sudah agak lama. Kisah ini terjadi dalam kunjunganku ke Djokdja yang terdahulu dan kopdar dgn MPers Djokdja untuk pertamakalinya.

Waktu itu begitu acara di Djokdja selesai, aku harus cepat-cepat mengejar kereta api ke Bandung yang dijadwalkan berangkat jam 9-an dari setasiun (udah lupa, kayaknya sih jam 9:30 malam). Aku sudah mengepak koper dan tas sebelumnya, jadi ya tinggal berangkat saja. Sepanjang jalan cukup deg-deg-an takut terlambat. Saking takut terlambat, aku memutuskan untuk melakukan interview (yang sedianya akan dilakukan di hotel Novotel, tempat aku tinggal) di dalam mobil yang mengangkut diriku ke stasiun.

Aku sampai di stasiun hanya sekitar 5 menit sebelum jadwal kereta. Aku langsung dapat kurir yang membantu dan aku memberitahu padanya bahwa keretaku sudah akan sampai ketika kudengar pengumuman.... "Kereta api tujuan Bandung..... kereta api tujuan Bandung.. sudah tiba di stasiun..."

Kami, aku dan si kurir, sudah bersiap-siap lompat ke kereta, walaupun kulihat penumpang2 lain koq ya masih santai. Eh... baru kudengar lanjutan dari pengumuman itu.... ternyata..."Kereta api tujuan Bandung sudah tiba di stasiun.......Nganjuk!" Duileh... itu sih jauh...

Jadilah aku bersantai2 duduk lagi. Sambil menunggu aku menghitung uang recehan yang kumiliki untuk membayar si kurir. Ternyata aku cuma punya duit di saku 11 lembar.... duit seribuan! Ya, Rp.11,000. Wah, kayaknya harus dikasih Rp 20,000 deh, kupikir. Jadi kucarilah amplop yang baru aku dapat dari si konferensi (hehe, dapat honoraria pembicara). Lho, ternyata kucari-cari si amplop tak ada. Aku sampai membongkar koper segala. Sampai lebih dari 30 menit lho aku mencari-cari, dan ternyata tak kutemukan si amplop. Aku langsung panik. Wah, gimana ini, dengan sebelah ribu perak harus bertahan sampai rumah di Dayeuhkolot! Padahal si kurir yang sudah nangkring dengan koper2ku ini juga musti dibayar!

Bingung mau minta tolong siapa untuk tanya nomor hotel Novotel, langsung kutelepon mas ID yang teman MPku yang waktu itu jadi fasilitator di konferensi tersebut. Kubilang, Mas, aku ketinggalan "amplop" di hotel. Si Mas ID langsung memberi nomor hotel dan kuteleponlah si hotel itu. Untunglah aku masih ingat di mana letak si amplop tersebut, yakni di dalam lemari baju, tepat di dekat safe deposit box yang sudah terbuka. Ternyata, ooh, syukurlah, si amplop masih nangkring di sana dan kamarku masih belum tersentuh. Jadilah kubilang nanti diambil oleh temanku yang namanya Mas ID tersebut yang juga adalah tamu di hotel Novotel.

Langsung kutelepon Mas ID untuk mengabari ttg kabar baik itu sekalian meminta Mas ID untuk bersedia dititipi amplop. Aku sendiri bilang kalau tidak ada yang mengantar ke stasiun ya sudah nanti amplopnya diambil di Jakarta saja (walaupun dalam hati bingung karena kagak punya duit!). Tapi kebetulan Mas ID sedang kumpul2 dengan teman2 MP di Yogya, tepatnya di Momento, bersama mbak Hida, Debi, Laalaalaa (ikutan ngga La?), Difla, Imazahra.... dan juga Ari yang kebetulan sedang ada di sana. Jadi mas ID bisa cari tumpangan untuk ngambil amplop di hotel terus ke stasiun. Masalahnya kalau kereta ku sudah mau berangkat gimana ya? Ya sudah... pokoknya dicoba dulu lah.

Eh, sebetulnya aku juga ingat kalau aku meninggalkan beberapa potong CD .... udah dicuci...jadi bersih lho... tapi malu untuk bilang sama mas ID waktu itu. Jadi ya sudah direlakan saja... nangkring di Novotel..... :D

Sambil dag-dig-dug, aku menunggu mas ID. Lamaaaa rasanya. Aku berharap-harap kereta-nya terlambaaaaaat sekali, supaya yang ngantar amplop sampe duluan. Ternyata harapanku terkabul. Datangnya mas ID dengan amplop, di antar oleh seorang supir ojeg istimewa.... sebelum keretanya datang!!! Mereka datang dengan terengah-engah sembari nyengir-nyengir kuda. Wah, betul-betul bahagia aku saat itu melihat mereka berdua....... Selamatlah diriku dari keterlantaran akibat tak punya duit. Ternyata teman-teman MPku emang TOB... bisa jadi kurir dan supir ojeg..... :)

That's why I love Djokdja even more :))

dedicated to mbak Hida supir ojeg sejati dan mas ID kurir handal... :D

4 comments:

Koen said...

Kepelupaanku ternyata nothing compared to yours, Prof :)

ND said...

Duh...selalunya kejar tayang dengan transportasi Mer, kalo gak pesawat ya kereta..dan yg namanya uang/dompet juga sering ketinggalan..harus punya "aspri" dech..

debbie said...

hmmm...kenapa ya hidup profesor ini selalu penuh dengan rush n deg2an macam ini?
Dan diperhatikan lagi, memang selalu bermasalah dengan transportasi yah.... :))

mer said...

koen: wah, masa siiiih????

nd: mau jadi aspri? :p

debbie: sudah nasib :p yg penting kan fun fun fun :)