Wednesday, September 10, 2008

Putus

Hari ini mungkin "hari putus koneksi otak dengan tubuh" sedunia. Tak ada yang salah dengan si otak, tak ada yang salah dengan si tubuh, tapi tahu2 mereka tidak nyambung.

Jadi pagi ini, eh, siang sih, aku bangun dan langsung ingat bahwa aku ada rapat makan siang (lunch meeting) dengan seorang profesor bidang legal/hukum yang nanti akan bicara di e-Lunch (enLIGHTeNING lunch) yang aku koordinasi. Tanpa melihat agenda elektronikku, aku ingat, pukul 11:45 di Sacks.

Sekitar 1.5 jam sebelum si rapat aku dapat email bahwa si profesor akan mengenakan celana panjang putih dan kemeja merah. Aku membalas bahwa aku akan mengenakan celana selutut coklat dan kemeja putih. Ya memang kami sudah ber-email-ria tapi belum pernah bertatap muka.

Pukul 11:20 aku sudah mulai bersepeda ke arah Sacks. Paling-paling hanya dibutuhkan 10-15 menit untuk mencapai kafe itu. Aku memakai kemeja coklat muda dan celana coklat tua, bukan kemeja putih. Tapi aku akan singgah di kantor dulu mengganti baju, karena kalau bersepeda pasti banjir keringat. Dan aku ingat sekali kalau baju ganti yang tergantung di kantor itu warna putih.

Eh, baru menyepeda 3 menit, aku baru ingat kalau aku lupa bawa dompet, padahal tadi dompet itu sudah kuletakkan di meja bersama kunci sepeda. Duh. Jadilah aku kembali ke rumah, ambil dompet dan balik lagi. Hilanglah sekitar 6-7 menit. Aduh, sekarang 10 menit waktu cadanganku habis. Ya kuputuskan untuk tidak singgah di kantor. Ya sudah coklat muda anggap saja putih. Aku meneruskan mengayuh sepeda.

Entah kenapa, sekitar 15 menit kemudian aku malah sampai di tempat makan yang judulnya bukan Sacks. Tapi House of Tricks. Ketika aku berhenti dan memarkir sepeda di sana, aku bertanya pada diriku sendiri "Kenapa ke sini ya?" Tak kutemukan jawaban. Jelas2 letak Sacks dan House of Tricks itu berbeda sekali. Dan bentuknya berbeda, dan makanannya pun berbeda. Padahal di benakku aku bisa membayangkan arsitekturnya Sacks, interiornya, makanannya, dan bahkan lokasinya.

Ya sudah, aku mengayuh sepeda ke arah Sacks. Sudah terlambat sekitar 7 menit ketika aku sampai di kompleks tempatnya Sacks. Tahu2 aku melihat deretan retail rooms besar2 yang kosong. Lho, koq Sacks tidak ada di sini? Apa sudah bubaran dan pindah? Aku panik.... lagian aku tak punya nomor telepon si profesor hukum itu.

Kutarik napas panjang dan berhenti sesaat. Kemudian aku menuju ke tengah lapangan parkir. Kulihat ada tulisan besar "Sacks". Lho koq ada ya? Tadi kulewat daerah situ Sacks tak ada. Waaah..... ajaib niiih!

Ya sudahlah, pokoknya sudah ketemu. Masuk Sacks, kulihat seorang laki-laki berbaju kotak2 merah orange dan celana putih krem. Langsung kudekati dan diapun langsung tahu bahwa itu aku. Aku meminta maaf atas keterlambatanku, dia bilang "It's OK, I was a couple minutes late myself." Lalu kami memesan makanan.

Sampai di meja yang kami pilih, aku berusaha menjelaskan bahwa aku terlambat gara2 aku salah memindai, malah bersepeda menuju tempat lain. Lalu aku juga dengan ribet dan terburu2 menjelaskan kenapa aku tidak memakai baju putih dalam sebuah kalimat panjang...."Oh, and I don't wear white either.... see, when I am cycling I get sweaty so I have to change my clothes ... and I am pretty sure it was a white shirt I have in my office.... but shucks, I was late... I couldn't change...so.." Dia terbengong-bingung dengan cerita yang tak jelas itu. Hihihi. Lalu aku karena ribet bercerita malah menyenggol gelas air minumku sampai membasahi sebagian besar meja.

Entah apa yang si profesor hukum pikirkan. Ini cewe aneh amat kali ya... Sudah terlambat dengan alasan malah pergi ke kafe lain, katanya mau pake baju putih tapi ternyata ngga, terus tahu2 membanjiri meja pula...

Wah... pokoknya heboh deh rapat ku kali ini. Untunglah tidak terjadi hal2 yang jauh lebih memalukan. Kayaknya akhirnya si profesor bisa mengerti.... atau tidak? Ya sudahlah, pokoknya dia tetap akan datang di e-lunch yang aku adakan itu.

Memang hari 'putus' sedunia.

9 comments:

Aunul Fauzi said...

bisa-bisanya ya dapet frase 'hari putus sedunia' - nakal tetapi tepat sekali ... your writing is vivid and enLIGHTeNING bener

debbie said...

bukannya emang sdh sering "putus"?
hehehehe.....

Nna said...

hmm... emang pernah nyambung ya mba?! huehue...

ime' said...

aturan bilang aja, tadinya baju teteh putih, cuman karena keringetan, jadi coklat muda *pasti itu prof bakalan mikir, 'dasar, cewek daki'an' :D*

mer said...

aunul fauzi: haha, thanks. untunglah enLIGHTening.... daripada darkening :)

debbie: aaaauwwwww..... kecian deh diriku :))

Nna: huahahaha.... pernah koq, sekali :)

ime': mending jadi cewe jujur bin lieur daripada cewe dakian aaah..

Retty N. Hakim said...

He..he...he...aku sudah mulai ketularan nih! Jadi kepikiran semalaman...he..he...he...jangan sampai jadi laten akh....

mer said...

retty: huahahaha... laten laten laten :))

y'ayie said...

Mbak, kangennya liat kejadian2 kaya gini, hihihi ... Nggak salah orang sekalian mbak? kan tambah seru. Udah panjang lebar gak taunya salah orang juga, hihihihi ... miss you so much!

Verena Maya said...

You must be Pretty Damn Nervous!!!
Karena lu jd super duper cerewet, n jelasin yang kagak perlu.

Hahahaha. Kebayang bgt gw!