Wednesday, August 20, 2008

[Post Big Trip] Kembali ke Rumah Tempe

Lega rasanya bisa sampai rumahku tertjintah di Tempe ASU Gila ini lagi setelah kelayapan di darat, laut dan udara selama 7 minggu.

Walaupun sempat panik karena ternyata kunci rumah tertinggal di DayeuhKolot, berkat kesigapan si Singaporean housekeeper, aku bisa masuk rumah dan menemukan rumahku dalam keadaan kinclong, cling, bersih, rapi! Walaupun taman belakang dan depan sudah gondrong sekali seperti hutan.

Kubilang pada kolega Singapur ku itu, "Wow, apparently Singaporean maid is great. You did a great job! Can I hire you for the rest of semester?" Wah, kapan lagi coba punya pembantu orang Singapura yang tamatan PhD pula? :))

Sampai rumah malam-malam, cape, lapar dan ngantuk. Ternyata kulkas kosong. Untunglah ada buah apel yang menyelamatkan dan tidurlah aku sampai jam pagi.

Paginya aku mau bikin kopi, tapi tidak ada cream ataupun susu, dan tidak ada si Irish liquor. Waduh! Kuputuskan untuk pergi ke supermarket untuk beli makanan. Eh, si mobil yang selama 7 minggu tidak dipanaskan ternyata mati, mogok! Ya sudah, kembali ke apel, apel, apel, sampai siang. Sore-sore kucoba kudorong si mobil. Eh, didorong sedikit ternyata bisa nyala lagi. Jadilah aku bisa pergi ke supermarket.

Ternyata setelah menyetir di Bandung dan berada di negara2 yang menyetir 'on the wrong side', balik ke sini aku menjadi disorientasi alias lieur. Lagi-lagi wiper-ku menyapu-nyapu kaca depan setiap aku mau belok. Belum lagi aku selalu pingin jalan di sebelah kiri. Tambahan lagi, setiap kali parkir aku buka pintu sebelah kanan. Wah, di manakah aku berada? Wrong time-zone?

This time, more complicated than other post-trip situations, I think my mind is still in Dayeuhkolot, my eyes in St Petersburg, my head in Utrecht, and my fingers in Chiba...... and where is my body located?

Jangar...jangar....sarekeun heula..... eh "kojaykeun heula ah" (esduren, 2008).

3 comments:

kang gery said...

belum nyatu meureun jiwa dan raga, kan udah beda alam he he he

nna said...

ternyata ga cuma jetlag yaa... complicated disorientation... :D

Credo said...

Wihh, dah sampe Utrecht aja.. Ga mampir ke Delft euy.. :D *ngapain juga kali ya, haha*