Tuesday, June 03, 2008

Perjalanan Nekad 2: Nyangkut

Perjalanan nekad pertama yang dilakukan hari Jumat adalah dari Phoenix ke Los Angeles. Pendek toh? Karena 'disabled' temporarily, aku diantar teman ke bandara dan perjalanan dari pintu masuk sampai pintu gate cukup lancar. Cepat sekali! Hanya saja aku sok-sok-an minta ditinggal saja di gate dengan pikiran kan cuma mau duduk-duduk saja sampai dipanggil boarding. Aku pikir juga aku ngga butuh kursi roda untuk jalan ke pesawat. Aku bisa pakai cane/walking stick/tongkat.

Jadi kubilang pada Stephen, USAirways attendant,"It's OK I can take over from here. I'll be fine." Stephen bertanya, "Are you sure? You'll keep the wheelchair, right?" Kubilang, "Yes, I am sure and I'll keep the wheelchair."

Lalu aku mulai buka laptop dan ber-online-ria sambil menunggu boarding. Tapi lalu aku merasa aku butuh pergi ke toilet. Aku bisa saja jalan ke toilet dengan tongkat. Tapi bagaimana dengan koper carry-on dan back-pack-ku? Masa ditinggal begitu saja di kursi roda? Jadi ya kuputuskan untuk pakai kursi roda saja. "Ah, ngga susah koq," kataku, sambil mencoba memaju-mundurkan si kursi.

Aku berhasil mundur, menikung dan maju dan sampai di depan toilet wanita yang letaknya sebelah gate. Kemudian masuklah aku ke dalam lorong. Astaga, lorongnya sempit dan ada tikungan dua kali. Sebetulnya tidak terlalu sempit, masih ada ruang untuk menikung. Tapi dasar amatir, aku tidak bisa menikung dengan sempurna. Aku maju mundur maju mundur maju mundur, sampai akhirnya tersangkut diantara tikungan ke satu dan kedua. Aku bingung mau ngapain. Tidak ada penumpang yang masuk atau keluar. Toiletnya sangat sepi. Setelah dua menit aku menunggu, seorang pegawai bandara berseragam biru muncul. Dia hendak keluar dari toilet.

Dia langsung bertanya,"Do you need help?" Kujawab,"Yes, I guess so. Would you please? I am not so good in playing with this thing!" Dia tersenyum dan mengeluarkan ku dari lorong dan mendorongku sampai di depan salah satu bilik. Cukup memalukan. Untunglah tak ada orang selain si pegawai tersebut.

Setelah selesai urusan toilet, aku berpikir, bagaimana caranya keluar ya? Mudah2an aku bisa. Kupikir aku sudah lebih pintar mengarahkan kursi roda. Ternyata kali ini lebih parah! Baru tikungan pertama pun aku sudah nyangkut! Untunglah tak lama ada seorang penumpang yang masuk ke dalam. Dia langsung menawarkan diri untuk membebaskanku dari si lorong! Oh, betapa berterimakasihnya diriku, walaupun aku agak2 malu..... dan si penolong, walaupun kayaknya dia cukup prihatin dengan ketersangkutan diriku, dia sempat senyum-senyum juga. Mungkin dipikirnya ini orang pasti baru pertama kali pakai kursi roda!

Duh, ternyata aku betulan amatir! Kesangkut dua kali di lorong yang sama.... Lain kali aku latihan dulu deh sampai jagoan!

6 comments:

rintikrinai said...

JANGANNNN!!jangan jadi jago pake kursi roda, biar aja amatir mba!!

debbie said...

kursi roda itu berat lhoooo....
Eh emang kenapa sih sampe di operasi segala?

rintikrinai said...

wahh makasih sudah sampai ke blog saya dengan selamat.. mba mer cepat sembuh ya

ime' said...

amatir kayaknya ketinggian deh teh. amad sangad pemula kali yah :D

*perasaan situ yang nyangkut, kok gue yang ngilu yah?*

Retty N. Hakim said...

kebayang aja nyangkut di lorong...untung bukan disini ya...entah ada fasilitas kursi roda atau tidak...

mer said...

rintikrinai: oh betul juga, jangan sampe jago ya.... :) thanks u/ ucapan selamat sembuhnya :)

debbie: iya, ternyata kursi roda tak seringan yg dibayangkan


ime: ngilu....ikutan siapa me' ? :)

retty: hehehe.... iya, di situ lebih ribet kali ya?