Tuesday, June 24, 2008

Kejangaran Visa 2: tongkat, nyetir, & mabuk

Maaf ya, cerita kemarin baru sekarang dilanjutkan. Kemarin adalah hari teler sedunia.

Setelah menulis Kejangaran Visa 1 kemarin, aku sempat berpikir..... duh, bakal dapat ngga ya passport-nya? Gimana kalau ngga dapat? Gimana caranya melaporkan sama teman2 pembaca blog? :D

Jadi setelah deg-deg-an semalam2an dan sepagi-pagian, hampir jam 11 pagi, bel rumah berbunyi, ting-tong! Seorang laki-laki muda berseragam USPS berdiri di depan pintu. Oooh, dia serta-merta tampak gagah dan tampan!!! Betul juga, dia membawa paket Express dari kedutaan Rusia. Mau kupeluk juga itu cowo, hahaha, saking bahagia-nya. Tapi jelas tak kulakukan :p

Cepat2 aku siap2 untuk pergi ke konsulat Belanda di Scottsdale yang kira2 30 menit perjalanan dengan mobil dari rumahku.

Oh ya, untuk menyiapkan dokumen aplikasi, aku kerja keras semalam2an. Surat sponsor dari Belanda baru sampai pagi itu dalam bentuk email. Karena pindahan, aku tak tahu dimana letak pasphotoku, jadi aku ambil foto sendiri pakai kameraku dan bikin pasphoto sendiri. Pokoknya semua surat2 dibikin di rumah.

Giliran mau pergi, aku bingung, karena ada janji inspeksi rumah dengan perusahaan asuransi yang katanya mau datang antara jam 12 sampai jam 4. Ini tidak bisa dibatalkan karena aku sudah pernah batalkan sebelumnya. Dan urusan si Belanda juga tak bisa ditawar2. Si orang konsul cuma menawarkan 1 pilihan waktu saja.

Akhirnya kuteleponlah 2 kawanku -- satunya kolegaku, satunya muridku di kelas IT & Justice -- dan mereka bersedia nangkring di rumahku giliran antara jam 12 sampai 1 dan 1 sampai 2. Kupikir jam 2 aku pasti sudah sampai di rumah.

Kemudian giliran mau pergi, aku baru ingat, pergi pakai apa ke Scottsdale? Sudah tak ada waktu untuk minta2 bantuan orang. Naik taksi nunggunya bakal lama. Jadilah aku pikir mau nyetir aja. Aku pernah coba nyetir yang dekat2, 5 menit-an, aku bisa. Tapi nyetir yang jauh dan lama aku tak yakin. Tapi diyakin-yakin-in deh.

Pagi itu aku sengaja tidak minum percocet karena pasti akan melayang hilang ingatan dan ngga bakalan bisa wawancara sama si Konsul. Bisa2 jawabanku ngaco, atau malah aku nyanyi2 dan goyang dangdut di konsulat sana. Jadi aku cuma minum ibuprofen 2 biji. Yang bakalan bekerja sementara lah.

Meluncurlah aku ke konsulat. 10 menit pertama tak masalah. Tapi menit-menit kemudian, terutama pas di highway, aku merasa ada masalah. Ouch, it was damn hard to keep pressing on the gas. Pain was creeping my right side. Jadilah aku pakai cane/tongkat untuk menekan gas. Hey, it was smart! It went well. Tapi susah untuk mengendalikan kecepatan. Terutama karena di highwaynya Amerika kita harus jalan di atas 60 miles/hour (90 km/jam) dan mobil2 lain berjalan rata2 70-80 miles/hour. Jadi cukup menegangkan. Belum lagi jadi kurang lancar kalau mau ngerem. Jadi ndet-ndetan.... dan bikin aku mabuk. Bukan mabuk cinta atau mabuk harta.... tapi mabuk kepayang terbuai gerakan mobil!

Aku memang suka mabuk kalau disetirin orang. Tapi masa sih mabuk disetirin sendiri. Memang pagi ini aku bangun sudah merasa nausea -- masalah klasik karena minum painkiller -- tapi mabuk pas nyetir rada garing deh.

Akhirnya aku sampai di konsulat teler juga. Untung aku pergi 1 jam di muka, jadi sampai di konsulat jam 12 tepat, 30 menit sebelum perjanjian. Jadi bisa ke kamar mandi lama2 dan menyegarkan diri sebelum ketemu si honorary consul.

Honorary Consul of Arizona itu cuma datang ke kantor kalau ada janji. Jadi selama ini dia sendiri ternyata yang nelepon2 aku (4 kali coba). Baik amat ya. Interview berlangsung lancar. Dia memuji2 dokumenku. Katanya, "This is really good. Very well organized." Haha, ngga tahu dia dibalik semua dokumen itu terjadi banyak kejangaran!

Honorary Consul nya cewe, Mevrouw van der Zee, dan baik orangnya. Kita malah seru bincang2 soal koin quarter-an yang baru keluar dan setuju bahwa yang dari New Mexico gambarnya bagus. Naon sih? :p Dasar pembicaraan ngga mutu, hehe.

Jadi sekarang dokumen2 sudah masuk. Kata dia sih bakal dicepetin karena urusan bisnis. Tapi ya tergantung kantor di Los Angeles, jadi ya paling-paling dekat2 tanggal keberangkatan baru akan selesai. Ugh... ya sudahlah, aku relakan Mesir. Konferensi Wikimania di Alexandria.... I'll miss it... hik hik.... Ya sudah, nanti ada kesempatan lain.

Sudah ya, segitu lagi. Mau tidur lagi ah :)

m, masih merasa lega passportnya sampai 30 menit sebelum jadwal pergi ke konsulat!

2 comments:

ND said...

Aduh, taruhannya nyawa Mer, nyetir masih belum sembuh betul...coba kalo pas nyetir trus teler khan bahaya juga. take care ya..

debbie said...

wih! kebiasaan nih, semua mepet, semua ngepas, ambil spekulasi
bikin deg2an ajah sih....