Monday, April 28, 2008

CamLon: 3S Sandel-Sepatu-Spelling

English version, read this....

...baru diposting, tapi ini ditulis hari Kamis, dari Minneapolis/St Paul...


Pesawatku dari Phoenix tidak pagi-pagi tapi jam 2:54 sore. Kali ini pembenahan koper sudah selesai subuh-subuh setelah ngeblog dan mencuci pakaian. Jadi pagi-pagi tidak keburu-buru. Jam 8 pagi aku ada acara penting sampai jam 8:45 lalu rapat jam 9-10 lalu acara penting lagi. Rencananya aku akan langsung pergi ke bandara dari acara penting itu. Entah dengan taksi atau mungkin seorang kawan/kolega bisa mengantar.

Semua berjalan lancar, tapi acara penting itu berjalan molor. Tadinya kukira acara yang melibatkan dua teknisi akan selesai jam 11:30-an. Ternyata acara dengan teknisi 1 baru selesai jam 11 dan acara dengan teknisi 2 berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Karena ada hal-hal serius yang betul-betul urgent. Baru jam 12:30 semuanya beres. Aku sudah siap saja berangkat ke bandara yang kira-kira cuma 15 menit perjalanan dengan taksi.

Aku melakukan pengecekan terakhir. Surat-surat, laptop, dll. Tiba-tiba kulihat ke bawah. Kutatap jari-jari kakiku. Lho koq??? Kenapa jari2 kelihatan? Waduh, ternyata aku bersandal capit. Sebetulnya naik pesawat pakai sendal capit tak masalah. Tapi masa ngomong di konferensi di Cambridge pake sandel capit? Ngga papa juga sih kali ya? (No?) Cuma di sana masih 7-19 derajat Celcius. Bisa menciut jari2ku!! Alas, harus pulang ke rumah untuk ambil sepatu. Sampai di rumah cepat2 ambil sepatu, lalu mengecek beberapa hal lagi.

Jam 1 kurang 5 semuanya siap. Aku berusaha menelepon taksi. Duh, susah sekali! Rumahku alamatnya selalu bikin orang pusing. Apalagi kalau yang nerima telepon bukan native speaker. Ten eleven Ve Ella.... what? Ve Ella..... like v.....e.....e.... l.... what again? Veal? No V like in Victor... then E like Echo...... then second word...

Butuh lima menit hanya untuk spelling alamat rumahku saja! Perusahaan taksi pertama yang kutelepon adalah AllState Yellow Cab. Setelah berhasil spelling-nya, eh si resepsionis bilang tidak tak punya taksi yang sedang ada di Tempe, jadi butuh 25 menit untuk mendatangkan taksi. Ya ampun, itu sih sama saja bohong! Jadi kubatalkan lah di AllState Yellow Cab itu. Kuteleponlah Taxi Express Ali. Begitu yang angkat kedengar beraksen, langsung kututup. Aku berpikir sejenak. Ah, ada akal. Aku akan minta di jemput di rumah kawanku saja, yang alamatnya mudah.... 700 W University Dr... semua orang tahu dan dekat bandara pula. Dan akan kuparkir mobilku di carport apartemen dia saja. Jadilah aku pergi ke rumah kawan baikku yang cuma 5 menit saja dari rumahku. Dan di jalan aku menelepon kembali Taxi Express Ali yang katanya akan sampai dalam waktu 10 menit. Tak ada masalah spelling alamat! Hore. Kecuali pas ditanya nama apartemennya. Aku rada bodoh kubilang.... es.... si.... i.... en.... ti.... eh.... si... e... eh ...i. Padahal gampang, Scene One gitu! Tapi betul2 tak ada perjuangan dibanding mengeja alamat rumahku sendiri!

Akhirnya lancarlah. Aku sampai di rumah kawanku. Parkir mobil. Kutinggalkan kunciku di rumahnya, untuk menghindari ketinggalan kunci rumah+mobil di Inggris. Tak lama dijemput.

Jalanan lancar. Sempat deg-degan karena sudah jam 1:30 ketika dijemput. Tapi 1:40 sudah sampai. Dengan berbekalkan jalur khusus selebritis..... haha.... alias upgrade ke First Class, lancarlah semua urusan. Walau sempat dipertanyakan oleh petugas maskapai kenapa aku bisa-bisanya terbang ke London tapi tidak check-in luggage :).

Jadi sementara semuanya lancar. Ini baru seperempat jalan. Temanmu Lady Dayeuh melaporkan dari Minneapolis/St Paul. Salam!

5 comments:

mellyana said...

ah, lmayan deh lancar.. walopun teteup ada urusan sandal dan taksi :))

sahathutajulubo said...

Pengen dong jalan-jalan kayak gitu juga...

Hiks... hiks.. hiks...

debbie said...

weeeelll......dirunut2 ternyata tetep ada sedikit probelm dgn sandal n taxi....kenapa bisa begitu ya...*garuk2 bingung*

ND said...

Syukurlah....*ngelusdada*...

mer said...

melly: iya... kupikir konspirasi sudah meluntur.... ternyata.....ooh...

sahat: hayuk atuh...

debbie: hehe... sama, saya sendiri juga bingung..

nd: ya.. syukurlah :)