Thursday, March 27, 2008

Kisah roti abon

Ini adalah sambungan dari posting sebelumnya.
Pertanyaanku waktu itu..... apakah kemarin dulu aku betul-betul memakan roti abon?

Jawabannya: mari kita analisa.

Kronologis kejadian:
Jam 10:30 pagi itu aku membuat kopi dan memanaskan roti abon di microwave. Kusajikan kopi dalam mug bergambar sapi dan roti abon di sebuah piring kecil berwarna putih dgn pinggiran warna biru. Setelah itu, menurutku, aku minum kopi dan makan roti lalu pergi ke kantor.

Di kantor, setelah kejadian rapat imajiner dan kemudian aku menulis ttg konspirasi, aku merasa lapar. Padahal aku merasa sudah makan roti. Sore itu aku pulang ke rumah. Ternyata ada roti abon di atas piring kecil putih tergeletak di meja makan. Tak ada tanda-tanda bahwa aku sudah memakan roti itu.

Apakah aku betul-betul makan roti itu?

Mungkin para pembaca berpendapat aku lupa dan tidak pernah memakan roti itu. Tapi menurutku, aku tidak lupa. Kenyataannya aku ingat semua urutan kejadian, bahkan piring yang ku gunakan. Masa aku lupa jika aku ingat? Masa aku ingat jika aku lupa?

Jadi kesimpulanku begini:
Ada seseorang yang menyelinap ke dalam rumah dan menaruh roti di atas piring kecil itu, supaya aku merasa lupa. Kalau dipikir-pikir ini ada hubungannya dengan kisah misteri si kunci! Bisa jadi ketika ku kira aku lupa kunci, sebetulnya seseorang sudah mengambil dengan sengaja dan membuat kunci cadangan untuk dirinya.

Masuk akal bukan?

Ternyata konspirasi sedang terjadi!

Thursday, March 13, 2008

Realita lain atau konspirasi?

Sesudah kejadian rapat imajiner, manajer program di kantorku bilang bahwa aku tidak terbukti pelupa tapi punya kecenderungan untuk menciptakan realita alternatif! Waaaakksss!!!

Dia bilang aku berimajinasi tentang rapat yang tak pernah terjadi dan membuat realitas tentang pembicaraan telepon yang tak pernah ada. Dia juga menganalisa bahwa aku tidak pelupa karena aku mengingat banyak hal sampai detail dengan sangat baik. Tapi dia bilang aku cenderung mengingat hal-hal yang aku tak perlu ingat dan melupakan hal-hal yang tak seharusnya dilupakan!

Lalu beberapa kawan menakut-nakuti ku. Katanya aku schizoprenic atau memiliki kepribadian ganda. Ada seorang kawan bilang bahwa ada yang salah di otak-ku dan akan bertambah buruk.

Aku sendiri berpendapat (keukeuh) ini adalah sebuah konspirasi.

Ah, aku merasa lapar. Padahal aku kan pagi memanaskan roti abon dan memakannya. Kupikir sih aku betul2 memakannya. Tapi aku sekarang jadi ragu. Jangan2 aku tidak memakannya.

Lebih baik pulang dan mengecek. Apa aku benar2 makan roti atau tidak.

Wednesday, March 12, 2008

Rapat imajiner

Minggu ini adalah spring break, alias liburan. Aku tidak ke kantor. Kerjaan sih ada, tapi ya kebanyakan disambi menikmati film, main gitar, gesek2 biola, pukul2 piano, nonton tv dan nginternet. Sambian-nya jelas lebih banyak dari yang disambi :p

Hari ini aku bangun agak pagi (jam 10, hehehe) karena ada rapat dengan orang dari ASU President Office jam 1 siang. Agak deg-deg-an, soalnya ini urusan penting, dan rapatnya betul2 individual, cuma berdua antara aku dengan tangan kanan rektor ASU.

Aku sampai di kantor jam 1 kurang 15 menit. Menunggu-nunggu. Aku yakin betul kalau rapatnya diadakan di gedungku. Jam 1:10 tidak ada yang muncul. Jam 1:15 tidak ada yang muncul. Lalu aku langsung menelepon asistan orang tsb yang tidak di tempat (mungkin ya karena spring break) dan meninggalkan pesan bahwa aku menunggu dan minta konfirmasi tentang ruangan.

Lalu aku juga mengirim email pada orang tsb, bertanya tentang kepastian si rapat. Aku bertanya (pakai kata2 halus tapi rada2 .....), kenapa ngga jadi padahal aku kan sudah konfirmasi bahwa aku bisa hari ini. Belum dia balas emailnya.

Barusan aku cek arsip emailku. Memang betul aku dikirimi email soal rapat ini dan diberi tiga pilihan waktu. Dan aku sudah memilih dan mengkonfirmasi waktu rapat. Tapi semuanya cuma kulakukan dalam pikiranku! Dalam pikiranku, aku sudah balas email bahkan telepon untuk konfirmasi! Di pikiranku aku yakin aku memiliki pembicaraan dengan si Ms. Yunt tentang rapat ini. Bahkan selama seminggu ini aku berusaha mengingat-ingat supaya tidak lupa rapat yang satu ini!

Tapi kenyataannya, setelah dicek-cek tak ada tanda-tanda bahwa aku pernah kirim email konfirmasi balik. Dan tak pernah telepon.

Ah sudahlah, aku berharap mereka berpikir (berasumsi) email konfirmasi ku hilang ditelan server!!!!

Tapi... uhm.... walaupun secara teknis tak terbukti/tak ada jejak aku mengemail/telepon, tapi sebetulnya aku mengemail atau tidak ya? Menelepon atau tidak ya? Atau apakah rapatnya seharusnya diadakan di tempat lain?

Apakah semua ini konspirasi terhadap diriku? Arrrgggggghhhhhhhhhh....... Noooooooo!!!!!!

Hoaieoeoieoaiuaio.....hahaha......hohoho.....*gila*

update:
Barusan ditelepon si asisten, dia bilang dia ngga pernah terima konfirmasi dan kita berdua belum sampai pada pembicaraan soal waktu/tempat yang sebenarnya. Kalau sampai rapatnya jadi, dia bilang, bakal digelar di President Office Building. Oooh.... jadi selama ini aku cuma berimajinasi bahwa aku akan rapat hari ini????!?!?!?!! Nooooooooo!!!!!!
Pas aku bilang, "Oh, ok, yeah, I am not sure that whether my email was lost or whether I ever sent an email at all or something else..." dia menjawab, "Oooh, I am so sorry...."!! Mungkin dia kasihan sama aku yang sudah kehilangan akal. Ya sudah, rapat dijadwalkan betulan. Ingat ya, 26 Maret, 10 pagi, di Prez Office Bldg, lantai 4.

Tapi apakah yang dibilang Ms. Yunt itu sebuah realitas? Apakah yang sebetulnya terjadi?
Mungkin sekali semua ini adalah hasil konspirasi! Seperti yang kutulis di sini.