Wednesday, February 27, 2008

Keranjang...lagi (Belanja bag 2)

....ini adalah bagian dari serial Belanja... Kisah belanja bagian 1 ada di sini...

Untuk menyambut seorang kawannya kawan dari Oregon, aku dan beberapa kawan di Tempe mengadakan makan malam ala Sunda di apartemenku. Menunya: gurame (diganti tilapia) asam manis, ayam goreng Sunda, tahu, tempe, ikan asin dan lalap. Tentunya sebelum masak harus belanja dulu. Belanjalah aku dan kawanku Ayie yang biasa kupanggil si bibi' di Lee Lee the Asian market.

Belanja berjalan dengan lancar. Kuambil jahe dan lengkuas dan kulempar ke keranjang. Kuambil terong, kol, dan waluh (labu siam) dan kulempar ke keranjang. Lalu aku mengambil seikat kacang panjang dan hendak kulempar ke keranjang juga. Tahu-tahu kulihat keranjang yang didorong si bibi' Ayie koq ada yang aneh. Ada setumpuk kantong di situ... tapi...

"Lho kemana waluh kita?" kataku.
Si bibi' tak menjawab, cuma melongo saja.

Aku panik, wah, kemana ya si labu siam? Aku menyangka mungkin aku meninggalkan sekantong labu siam itu di tempat labu, atau tempat sayur2an lain. Berjalanlah aku berkeliling di sekitar situ. Tahu-tahu mataku yang kadang bisa setajam silet, kalau diperlukan, menangkap bayangan sekantong labu di sebuah kereta dorong alias keranjang belanjaan yang didorong seorang ibu. Persis punyaku!! Sama-sama hijau!!

Ibu itu memakai sari, pasti Indihe deh, atau sebangsanya. Kupikir, "Orang India makan labu siam ngga ya? Kayaknya itu punyaku.... soalnya isinya persis, cuma 4 biji."

Kudekati Ibu itu, lalu kubilang, "I'm so sorry, is it yours? I think this is mine, isn't it?" Ibu itu menjawab,"Oh? Yes, I guess so, that's not mine." Lalu kulihat ada kol juga di situ, terus aku bilang lagi, "Oh, I think this is mine, too." Ibu itu diam saja memperhatikan aku.

Aku terdiam sejenak memperhatikan keranjang itu. Lalu kulihat sekantong terong. Kubilang, "Oooh, isn't that mine, too?" Koq bisa ya semua ada di situ.

Baru kusadar, ternyata aku telah melempar belanjaan ke keranjang yang salah!!!!
"Ooooh.... noooooo!!!! My goodness!!! I guess I threw my grocery to your cart!!! Sorry, sorry, really sorry," kataku sambil terkejut."It just.. uhhmm... looks similar," kataku mencoba menerangkan.

Untung Ibu itu cuma bilang, "That's OK" sembari senyum-senyum melihat aku merampok kantong-kantong dari keranjang dia!!!

Thursday, February 21, 2008

Kisah si kunci

Saya tahu dan sadar, dengan sesadar-sadarnya bahwa saya ada kecenderungan untuk meninggalkan kunci-kunci di mana-mana, dan berupaya menerapkan sistem dan mekanisme yang bisa mengurangi terjadinya "locked out" alias terkunci di luar baik dari rumah, kantor, maupun mobil. Kalau di kantor, itu mudah. Sekretaris di kantor sudah mengerti. Kalau saya mendekat dengan muka malu-malu, dia langsung bilang, "I know Merlyna, keys right?" :)

Di rumah, dulu sebelum saya punya kunci yang bisa ngejebret sendiri, saya pernah ninggalin kunci di lubangnya beberapa kali. Untunglah, ngga pernah kemasukan maling. Kemudian saya ganti kunci yang bisa ngejebret. Alhasil ngga pernah ketinggalan kunci di lubang, tapi minggu pertama ganti kunci, saya terkunci di luar 3 kali! Sama kisahnya dengan mobil. Terkunci di luar juga. Sampai harus panggil tukang kunci.

Jadi akhirnya saya bikin kunci serep, 4 set untuk rumah dan ada 2 kunci serep u/ mobil. Kunci serep rumah 1 ada di landlord, 1 di dalam mobil, 1 di tempat rahasia dekat2 rumah, dan 1 di kantor. Kunci serep mobil ada di rumah dan di kantor. Dengan begini, masalah ketinggalan kunci di dalam rumah sekarang dengan mudah selalu terpecahkan.

Nah, kemarin ini saya ketinggalan kunci mobil di dalam mobil dan agak jauh dari rumah dan dari kantor. Kunci kantor ketinggalan di rumah. Kunci rumah ketinggalan di dalam mobil. Untunglah masih ada 1 kunci rumah di 'tempat rahasia'. Tapi tetap, saya harus pulang ke rumah, ambil kunci rahasia, lalu ambil kunci mobil di rumah, dan balik lagi ke tempat mobil, baru bisa buka. Ouch....

Berarti sistem saya masih kurang sempurna. Harus ada kunci serep mobil yang letaknya dekat dekat mobil atau dekat saya. Salah satu kolega menyarankan untuk bikin kunci serep yang dipasang di luar mobil tapi masih di badan mobil. Di bawah mesin misalnya, pakai magnet.

Salah satu kawan saya punya ide lain. Dia bilang: "About your key, since you do not seem to forget your purse or bag in the car, why not keep a spare key in a pocket in one of those? Then when the key is locked inside, you'll have another right there!"

Ya, bagus, tapi saya juga sering ketinggalan dompet!

Kemudian dia meneruskan idenya, "Or get multiple key copies and, e.g., where one as an earing, another as an ankle bracelet...you get the idea!!!"

Oh, mungkin dia benar!!!!

Wednesday, February 20, 2008

Blog kuliah IT & Social Justice

Blog mata kuliah S1 yang saya ajar di ASU, Teknologi Informasi dan Keadilan Sosial, sudah cukup lengkap isinya. Setiap minggu saya mengupdate dengan materi-materi kuliah baru.

Saat ini sudah cukup banyak clips dan slideshows yang saya upload di blog tersebut. Silakan cek, jika anda berminat.

Mahasiswa-mahasiswa saya juga sudah getol nge-blog dalam merespond kuliah-kuliah saya. Silakan cek blog mereka juga (ada di blogroll).

Tuesday, February 19, 2008

Tip-tip presentasi -- dalam keadaan darurat

Mau dengar tip-tip cara presentasi yang sukses? Dan efektif? Dan efisien?
Caranya adalah dengan tidur yang banyak, minum kopi campur........ uhm.... apa ya. Ah, jadi agak malas cerita, soalnya sudah saya tulis kisahnya dalam bahasa Inggris di sini. Mau nerjemahin koq tak semangat, tapi kucoba deh ya.

Singkat kata hari Rabu minggu lalu itu aku harus memberi seminar. Masalahnya selama seminggu lebih aku terkapar dan baru "bangkit" hari Selasa. Nah Selasa itu banyak ide, tapi tidak tahu mau bicara apa secara spesifik. Selasa malam mau bikin powerpoint malah malas. Malah chatting di ym sama seorang kolega. Sampai akhirnya ketiduran dengan si laptop dong disebelahku.

Jam 8:30 weker nyala. Kulangsung bunuh, soalnya masih cape dan ngantuk. Jam 10:30 barulah aku bangun. Untung aku mimpi tentang konsep-konsep yang akan aku seminarkan. Bahkan slide-slide powerpoint-ku juga ada yang tervisualisasikan di mimpi ku. Langsung ku bekerja. Tapi duh, koq cape sih. Malah ketiduran. Jadilah jam 11 belum apa2, padahal seminar jam 1 siang mulai lho .....

Seterusnya.... duh, aku mau tidur nih.... seterusnya baca yang bahasa Inggris-nya aja ya.....

Saturday, February 02, 2008

Kisah si tempe

Beberapa waktu lalu, saya menulis tentang tempe di blog saya yang satu ini. Seperempat main-main, sisanya serius :) Lalu ternyata ada teman komentar bahwa the Jakarta Post bakal suka dengan artikel itu. Wah, saya yang, seperti biasa, ngga pede kalau soal menulis untuk media (selalu berpendapat bahwa saya ini lebih cocok menulis akademis) menjadi agak pede. Kemudian kurang dari 24 jam, saya turuti saran dia untuk mengirim ke JP. Saya revisi sedikit, cuma menghabiskan waktu 10 menit untuk mengutak-atik artikel yang tadinyapun saya tulis secara spontan kurang dari 20 menit. Lalu saya tinggal tidur.

Eh, ternyata besok paginya saya dapat email dari JP bahwa mereka akan terbitkan artikel tersebut dan meminta biografi singkat saya. Mengagetkan betul.

Hari ini tulisan tersebut benar2 diterbitkan.

Tulisan aslinya ada di sini. Yang terbit di the Jakarta Post ada di sini.

Memang beda...... menulis artikel di jurnal butuh waktu lama... berhari-hari menulis atau berminggu2.... berdasarkan riset bertahun2.... dan butuh 1 tahunan untuk diterbitkan. Menulis di koran..... wah.... cepat betul! Hmmmm......