Masih seputar mobil. Selama di Bandung, saya meminjam mobil tua orang-tua saya yang sudah pernah menjadi piala bergilir, turun-temurun dari kakak-kakak saya ke adik-adik saya (padahal ayah ibu saya ngga bisa nyetir lho). Sebuah mobil Honda Civic 83 yang pernah ringsek berkali-kali. Mobil ini sangat bersejarah bagi saya. Tahun 1998 saya menyetir mobil ini dan dengan semena-mena ditabrak oleh sebuah bis antar-kota di jalan tol Padalenyi yang mungkin berkecepatan 70-80 km/jam. Saya sendiri jalan 60 km/jam. Mobil berputar 180 derajat. Ringsek habis. Tapi saya selamat! Cuma luka karena setir berputar cepat di genggaman saya.
Nah, mobil itu berwarna coklat ketika tabrakan terjadi. Tapi kemudian setelah terjadi tabrakan kedua (bukan saya yang nyetir), mobil dicat menjadi biru. Jadilah dia si biru.
Setelah itu saya masih menyetir si Civic selama bertahun-tahun sampai 2001. Dan setiap kembali ke Bandung, si Civic selalu jadi teman berpetualang saya. Demikian juga di kunjungan bulan Juli kemarin.
Suatu hari saya pakai si Civic ke Be-Mall (Bimol katanya orang2 Bandung) dan parkir di dalam. Kemudian setelah saya selesai berkeliling Be-Mall, saya kembali ke parkiran. Saya bingung karena saya tidak menemukan si Civic ini. Setelah berkeliling 20 menit, saya panik dan melapor pada Satpam di mall tersebut. Saya lapor,"Pak, mobil saya hilang! Civic 83 warna coklat nomor D xxxx." Satpam memastikan apa saya mencari di lantai yang tepat. Saya bilang,"Rasanya sih betul Pak, tapi mungkin juga saya salah lantai." Jadilah satpam tersebut, lewat HT-nya, mengerahkan rekan-rekannya untuk mencari mobil saya.
Saya menunggu dengan berdebar-debar. Saya tak habis pikir kenapa ada orang mau curi Civic tahun 1983? Dalam keputus-asa-an saya meremas-remas kunci dan dompet STNK saya. Lalu saya iseng mengeluarkan STNK dan saya kaget ketika saya lihat keterangan. Warna: Biru. Walah, pantesan ngga ada, soalnya ternyata warnanya sudah biru.
Ternyata mobil tidak hilang! Cuma ingatan saya yang hilang!
Diam-diam sambil malu saya berjalan sendiri di antara mobil-mobil, meninggalkan si satpam yang masih ber-HT-ria dan berjalan ke arah si coklat..eh si biru. Duh... maaf pak Satpam.
Labels: bandung, corat-coret, hilang, mobil