Sunday, December 16, 2007

Tersesat dalam Wisuda

English version click here

Hari ini, 13 Desember 2007, ada University Commencement alias Wisuda-an tingkat universitas di ASU (Arizona State University). Aku harus hadir untuk mewakili para profesor yang paling baru dari jurusanku. Tak masalah untuk hadir. Kupikir bakalan seru lah. Dulu waktu masih sekolah S1 di ITB, aku senang melihat para guru besar berprosesi pakai jubah-jubah ajaib dan topi-topi lucu. Tak kusangka sekarang aku menjalani prosesi seperti itu dan lengkap berpakaian ajaib seperti tukang sihir.

Karena yakin pasti jalanan macet dan parkir susah, aku memutuskan untuk datang ke gedung wisuda, Wells Fargo Arena, pakai sepeda. Tentu saja karena bersepeda, aku tidak memakai jubah. Bukan karena malu sih, tapi karena takut keserimpet jubah. Aku trauma karena pernah terjungkal dari sepeda gara-gara ujung2 jaketku masuk ke jari-jari dan bikin macet roda sepeda. Kubawa jubahku dalam kantong kresek besar.

Aku tak tahu kemana aku harus masuk, jadi kuparkir sepedaku sembarang di dekat hidran karena tak kutemukan tempat parkir sepeda dekat pintu yang banyak dikerubuti orang. Kuikuti saja serombongan orang memasuki pintu masuk utama. Aku bisa masuk setelah mengantri cukup lama. Di depan pintu masuk, aku membuka kantong kresek dan memakai jubahku. Penjaga pintu kaget melihat jubahku yang berwarna hitam. Dia baru sadar bahwa aku bukan mahasiswa, karena mahasiswa berjubah merah. Dia bilang "Oh, you're faculty! You should go to the west tunnel". Ternyata aku mengantri di pintu yang salah! Padahal acara sudah hampir mulai!!!!

Aku langsung berlari-lari turun ke lantai bawah dan ketika tiba di pintu west tunnel, penjaga pintu menyambutku, "Oh, you're almost late.. but it's ok... you're just in time." Terengah-engah aku berusaha memakai jubahku dengan benar. Aku berlari-lari dengan jubah yang belum diseleting. Si bapak penjaga membantu aku mencari kepala seleting dan menyeletingkan jubahku. Seorang ibu, penjaga yang lain, membantu memasangkan hood berwarna biru dan merah maroon di jubahku. Lalu aku berlari masuk ke dalam ruangan.

Di dalam ruangan yang besar itu aku kebingungan kemana aku harus duduk. Seseorang petugas mempersilahkan aku maju ke 7 baris terdepan. Dia bilang, "Just go there quick, we're about going to start, find your student and sit there." Aku kebingungan, student apaan? Tak kulihat studentku di situ. Beberapa waktu kemudian aku baru mengerti bahwa 7 baris pertama adalah barisan kandidat PhD dan professor2 pembimbing duduk dekat mereka untuk memasangkan hood ketika para PhD baru ini dilantik. Tentu saja aku belum punya mahasiswa yang lulus PhD! Duh salah lagi!!!!

Jadinya aku kembali kepada petugas dan kubilang tempatku bukan dekat mahasiswa. Dia kemudian bilang dengan yakinnya, "Oh, your place then must be there... with the group on the ramp, hurry, we're starting!" Kulihat ada serombongan manusia berpakaian mirip denganku di ramp pintu masuk. Aku berjalan ke situ dan langsung bergabung dengan rombongan yang sudah siap melakukan prosesi. Aku merasa agak aneh karena semua profesor di situ tua. Lalu persatu dari mereka menyerahkan kartu hijau dan merah bernomor kepada petugas wisuda. Aku satu-satunya yang tak punya. Kubilang aku tak pernah dapat nomor itu. Petugas bilang, "You had to pick up that number. But well it's ok, we can check your name." Kami berdua memeriksa skema tempat duduk yang penuh nama. Aku baru sadar bahwa aku ada di dalam rombongan Rektor, Board of Regents, dan Dekan! Cepat kubilang, "Oh, I don't think my name is there, I am not Dean or something, I am just a regular faculty!"

Untunglah aku belum ikut terseret ke panggung bersama rombongan para sesepuh ini. Kalau tidak, bisa malu dan tidak bakalan dapat tempat duduk!!

Beruntung para petugas wisuda ini sabar menghadapi kebingungan dan ketersesatanku. Seorang petugas cepat-cepat membawa aku ke luar pintu dan menggabungkan aku dengan rombongan faculty yang ternyata sudah mulai berjalan dengan rapi. Aku menyelinap masuk ke baris paling belakang! Selamat lah aku, walaupun setelah melihat orang-orang lain memakai topi, aku baru sadar bahwa kostumku kurang lengkap. Topiku ketinggalan! Biarlah, yang penting aku menemukan tempatku yang benar! Heran, koq faculty-faculty lain bisa tahu tempat berkumpul yang benar. Kenapa aku bisa tersesat kemana-mana? Ah, entahlah.... ngga gue pikirin...

Selanjutnya aku duduk dengan manis menikmati acara yang berlangsung satu jam. Wisuda pertama yang kuikuti di Amerika. Ternyata seru sekali!!!

10 comments:

Fitri-saladmangga said...

Fotonya dong Teh... eh ya, sempet gak foto-foto dalam ketersesatan kmrn? :p

y'ayie said...

This is what I always miss from you. Selalu ada cerita untuk dibagi kapanpun dan dimanapun (iklan banget yah, hehehe). Tapi herannya kok kalo lagi pergi sama orang lain gak pernah yah ada cerita-cerita macam ini, hehe. Anyway, foto balada sepatu jangan lupa dipasang tuh, hahaha ...

santi d said...

Huah untung ngga telat ya. Wisuda di Amrik gimana sih Teh .. cerita2 dong.

m lim said...

fitri: wah, ga sempet... cuma beberapa foto pas udah duduk.

y'ayie: eh kemarin kan mulus tuh... itu cerita hebat :D


santi'd: iya, lega rasanya ngga telat! ntar ya aku cerita. wisuda-nya cool deh.

ana said...

so...merlyna :-)

hakam said...

wah wah baca narasi ini jadi ikut deg deg an. Dari narasi ini, Kayaknya mending jadi Guru Besar/Profesor di Amerika ketimbang di Indonesia dech... kayaknya loh! Bisa Naik Sepeda ke Kampus wah wah wah wah kalo di sini kudu naik "Kemenyan Jepang".
AMerika Amerika... oh ya, buat Prof.:

SALAM SEJAHTERA; SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU SEMOGA

hakam said...

wah wah baca narasi ini jadi ikut deg deg an. Dari narasi ini, Kayaknya mending jadi Guru Besar/Profesor di Amerika ketimbang di Indonesia dech... kayaknya loh! Bisa Naik Sepeda ke Kampus wah wah wah wah kalo di sini kudu naik "Kemenyan Jepang".
AMerika Amerika... oh ya, buat Prof.:

SALAM SEJAHTERA; SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU SEMOGA

Anonymous said...

tas kreseknya kalau dipakai topi bagus lho
kalau kurang bagus ya rambutnya aja disanggul ditempat yg tinggi menjulang

santi d said...

Teh ... selamat hari natal dan tahun baru 2008!!!

rini said...

haha... mer.. mer... seperti biasa lu selalu mengalami kejadian aneh dan lucu, dan kok sering bermasalah dng waktu ya. seinget gua kalo kita2 janjian di indo, lu selalu jadi orang yang pertama dateng, kok di sana selalu bermasalah ya?.
lama-lama gua mulai berpikir, ternyata temen gua yang satu ini mendekati stereotype professor di cerita2: profesor yang linglung