Friday, December 07, 2007

Hari pelupa sedunia

Kemarin memang hari yang istimewa. Pagi itu aku memakai baju yang lebih keren dari biasanya dan bersepeda ke kampus cepat-cepat tanpa sarapan untuk mengejar faculty meeting. Aku ingat kalau hari itu School of Justice akan ada pemotretan, makanya bajunya keren. Sampai di kampus langsung rapat selama 2 jam, jam 9 sampai jam 11. Kupikir pemotretan dilakukan setelah rapat. Eh, sampai rapat bubar koq tidak ada tanda-tanda pemotretan? Tahu-tahu direkturku menepuk bahu dan bilang, "Merlyna, we missed you on the photo shot this morning!" Ouch, ternyata pemotretan itu "sebelum" dan bukan "sesudah" rapat, tepatnya pukul 8:45! Sia-sialah pakaian keren ini... ugh.

Jam 12-2pm ada acara perpisahan dengan Jim, curiculum advisor, di School, disambung dengan university-wide reception jam 2-4pm. Aku ingin hadir tapi jam 12:30 aku memimpin acara seminar bulanan CSPO enLIGHTenING Lunch. Jadi kupikir aku datang ke acara Jim, say hi, makan sedikit, lalu pamit. Eh, pas aku datang ke acara perpisahan, aku diajak ngobrol sama profesor-profesor senior, jadi antrian makan sudah panjang. Jam 12:20 aku masih belum kebagian. Alhasil aku mendekati Jim bilang kalau aku harus pergi untuk acara lain tapi mungkin aku kembali jam 2-an.

Aku yang ngga sempat sarapan tentu saja lapar, tapi kupikir aku masih bisa mengejar pizza lunch di acara enLIGHTenING Lunch yang kupimpin. Begitu aku datang, karena aku yang jadi moderator, aku harus memastikan proyektor dan pembicara siap. Jadilah si pizza tak sempat kumakan. Acara lunch seminar selesai, aku ingin kembali ke acara-nya Jim. Eh, ternyata aku baru ingat kalau aku sebenarnya harus menemani tamu dari Jerman makan siang. Kupikir untung juga tadi ngga makan di acara Jim dan ngga makan pizza, jadi masih bisa makan sekarang, dengan semangat.

Acara makan siang itu ditanggung oleh universitas, tapi sebagai host aku harus membayar dulu tagihan dari restauran. Dalam perjalanan ke restauran, kucek tasku. Oh, dompetku tak ada. Kurogoh saku-ku, cuma ada 3 lembaran satu dollar. Wah, gawat, 3 dollar untuk secangkir cappucino saja ngga cukup! Masa harus minta si tamu-nya bayarin? Kumintalah salah satu postdoc untuk mengantar tamu duluan ke restoran. Kubilang aku akan menyusul dengan alasan aku harus setop di kantor dulu ada urusan. Padahal mau cari duit dulu!!!

Aku telepon teman dekatku untuk pinjam uang, ternyata dia tidak angkat telepon. Kutelepon salah satu kolega yang dekat denganku, ngga diangkat juga karena dia mungkin di ruang kuliah. Ugh. Akhirnya kuingat telepon salah satu teman baru, orang Indonesia. Pas banget, dia ada di kantornya! Ya akhirnya bereslah, bisa pinjam duit, dan makan enak bersama si tamu tadi.

Sore itu aku juga dapat email dari Direktur kalau aku akan dipotret tersendiri di depan gedung School pada jam yang sama (8:45 to 9:00 am -- supaya pencahayaan mirip dengan foto kemarin) dan nanti akan diphotoshop disatukan dengan foto kolega-kolegaku.... :))

Lupa ini... lupa itu.... hari pelupa sedunia mungkin kemarin itu.

Tapi ngga papa lah.... yang penting happy ending!

3 comments:

Koen said...

Ya kebetulan baru kemarin aku memamerkan blog http://pi.koen.cc yang dipersembahkan khusus untuk kepikoenan. Kaum pikun sedunia ... mmm, ngapain ya, lupa.

y'ayie said...

Phone bibi juga gak non? Paling nggak bibi orangnya lumayan gak pelupa, hehehe ... Cuma suka lupa kalo udah urusan tugas kuliah, paper, dll ... hehehe ...

Retty said...

Aduh si mbak ini jadi menghalalkan kesan profesor itu pikun...he...he...he....(yang nulis ini juga sama pikunnya sih, hanya aja nggak punya PHD...ha...ha..ha...)