Wednesday, September 26, 2007

Disangka palsu

Mulai Senin lalu, aku ikutan kelas Spanish (bahasa Spanyol) orang dewasa. Cuma bayar $40 sepaket yang isinya 8 pertemuan! Murah ya, cuma 5 dollar sekali datang. Cuma ya sekelas rame-rame dan kelas-nya juga lambat banget. Pertemuan pertama cuma Abecedaria (alfabet) dan tip-tip belajar Spanish doang, selama 1 jam lebih. Tapi yah lumayan kali ya. Lagian murah ini, jadi kalau sampe mangkir (yg pasti saya bakal bolos bulan Oktober) ya ngga nyesel-nyesel amat.

Eh, sesudah kelas, ada teman sekelas, orang bule oma-oma, bertanya, "Why are you here? I thought you can speak Spanish already."

Aku bingung, terus menjawab,"Oh, no, I don't speak Spanish. I pick up some words, but I don't speak."

Terus dia menyahut, "Oh, so you don't speak fluently, but you do speak right?"

Aku bilang, "No, not really....people think I am Hispanic so they speak to me in Spanish, but I actually don't ......"

Dia menyambar, "Oh, I know, you're like my grand-daughter. Her mom is Chinese, she doesn't speak Chinese properly, but she understands. So she would reply her mom in English."

Aku berusaha menjelaskan, "Well.... in my case, I don't speak and I don't understand ..."

Dia memotong, "Oh, right, I know, I know! So you understand only a little bit....American born Hispanic...you were born here, right?"

Aku, "No.. actually..."

Dia memotong lagi, "Yes, yes, it's... like my granddaughter.. you were born here.."

Ah... aku putus asa! Mau belajar, disangka palsu!

Friday, September 21, 2007

Bahasa Arab, Nasyid, & Anak-anak Arizona

Bagi mereka yang baru kenal saya di dunia blog-blog-an mungkin cuma tahu kalau saya ini profesor di ASU guk guk guk. Padahal saya ini juga artis. Bisa artis sinetron, bisa juga artis dangdut. Kalau lagi ja-im suka pura-pura jadi penyanyi klasik dan jazz. Amit-amit deh pokoknya.

Pekerjaan sambilan saja selain ngartis dan ngeprof adalah choir coach (cuih-cuih pakai istilah bahasa Inggris). Dulu, waktu kuliah di ITB, setelah saya berhenti nge-lesin Fisika/Kimia & Matematik, cara saya membiayai kuliah adalah dengan memanipulasi beberapa tokoh universitas-universitas di Bandung untuk menyewa saya sebagai gadis bayaran setiap kali mereka mengadakan wisuda atau acara-acara besar lainnya. Dapat bayaran 40-75 ribu per-jam, cukup kaya tuh waktu itu :) Dua-tiga kali melatih, bisa bayar SPP satu semester :p.

Kadang-kadang saya juga membantu kelompok-kelompok Ibu Dharma Wanita. Bayaran-nya tidak besar, tapi biasanya setelah melatih, ibu-ibu itu berlomba-lomba mengenalkan saya pada anak-anak-nya... laki-laki tentunya. Eh, laki-laki perempuan sama saja, hehehe.

Sudah lama sekali tidak ber-choir-coach alias jarigen, eh tahu-tahu dapat email diminta-dimohon untuk melatih paduan suara anak-anak Arizona Cultural Academy. Tadinya mau saya tolak karena sibuk. Tapi lalu tergoda untuk bilang iya. Akhirnya saya iyakan.

Hari pertama datang ke sekolah itu, terjadi diskusi.
Pas dibilang Islamic songs. Saya bilang, OK.
Pas dibilang nasyid. Saya bilang, no problem, I can learn.
Pas dibilang anak-anak ngga bisa baca not. Saya bilang, no problem, I'll find a way.
Pas dibilang mereka ngga ada dana. Saya bilang, it's OK.

Tahu-tahu saya datang, lagu-nya berbahasa Inggris dan Arab! Yang Inggris ngga masalah, saya dengarkan CD, saya tulis not-nya dan saya copy liriknya. Yang Arab, walaupun sudah ada liriknya, dan sudah saya tuliskan not-nya, tetap saja saya tak bisa kasih contoh selain lalalala, nanana, nenene...ugh. Pingin rasanya manggil KucingKembar untuk minta tolong Arabnya. Cing, kemane luuuuu.....

Akhirnya saya ganti semua lagu jadi nasyid berbahasa Inggris, dengan sisipan kata-kata Arab. Kata-kata Arab yang saya pakai adalah "Salam, assalam, dan salamun." Anak-anak senang banget, guru-guru sekolah tersebut senang, dan saya bisa bilang.... whew.....!!!

Tuesday, September 04, 2007

Mer?

Waktu saya di Phnom Penh, saya dan beberapa kolega ada pertemuan dengan seorang Bapak, Vice Governor Phnom Penh municipality. Sewaktu masuk ke ruangan dia, kami semua memperkenalkan diri satu-persatu.

Giliran saya, si Bapak bilang, "Mer?" Saya terkejut, koq si Bapak tahu nama saya. Jadi ge-er :D Terbengong-bengong dan kemudian menjawab, "Yes, but how do you know?" Dia tertawa kemudian bicara dalam bahasa lokal. Saya ikut tertawa tanpa mengerti, tapi lalu bilang, "Oh, I don't speak Cambodian."

Dia berhenti tertawa, kemudian bilang, "Oh, I thought you're ..Mer" (Lha iya, saya memang Mer) "You look like kh..Mer!"

Oh, saya baru sadar....mer with kh!!!... dan buru-buru saya bilang, "Oh, no, I am not KHmer. I am Mer...lyna Lim, Indonesian" !!!!!!

cat:
Khmer adalah kelompok etnis yang paling dominan di Kamboja.