Sunday, August 05, 2007

[Corat-coret] AsTeng 6.2 - Saigon: Keukeuh

Di [Corat-coret] AsTeng 6.1 - Saigon: Walok, aku cerita bagaimana diriku selalu dituduh lokal. Nah ini salah satu highlight dari penuduhan tersebut.

Sore kemarin, aku turun dari lantai kamar ke lobby dan bertemu dengan salah seorang janitor di dalam lift. Dia menyapa dalam bahasa Vietnam. Aku membalas sapaan dia dengan tersenyum dan menjawab, "Excuse me?"

Dia terus tampak agak bingung tapi meneruskan dalam bahasa Vietnam. Dan saya menjawab lagi, "Sorry, I don't speak Vietnamese."

Dia malah colohok dan meneruskan berbicara dalam bahasa Vietnam, dan nadanya agak naik, seakan-akan tak percaya bahwa saya betul-betul tidak bisa bahasa Vietnam.

Sesampai di lantai dasar, lift berhenti. Dia mempersilahkan saya keluar duluan, kembali dalam bahasa Vietnam.

Saya keluar, tersenyum dan berkata, "Thank you very much."

Dia tetap meneruskan tampang colohok dia dan membalas dalam bahasa Vietnam. Lalu aku senyum lagi dan berkata, "Thank you" entah nyambung entah engga.

Dia kayaknya bingung dan rada-rada gemes, dan kemudian ngeloyor alias ngaleos sambil keukeuh berkata-kata dalam bahasa Vietnam.

Entah dia ngomong apa. Entah apa yang dia pikirkan. Mungkin dia bilang.... "Tampang gitu koq mau pura-pura bule..." atau "Mata gue salah atau telinga gue yang salah?"

7 comments:

Koen said...

Akhirnya terjawablah teka teki khalayak selama ini. Ternyata dikhau adalah: Vietnam wangsa Saigon. Congratulation! Terusin donk ceritanya :)

Anonymous said...

Ada beberapa akal menghadapi budaya sopan santun lokal:-)
1. senyum aja trus kalau jawab pakai basa Sunda, lalu diseling bilang ";" No English, no English"
2. kalau mau terus dan pura-pura atau dianggap bule dicat rambutnya biar pirang, atau pakai wig pirang.
3. wah wajah cosmopolitan gitu kok bisa dianggap lokal ya?, padahal maunya jati diri global

Yg paling gampang, kalau diajak ngomong lokal jawab aja dgn nyebut barisan nama makanan:
" Hamburger, pho, hotdog, sa-tay, taco, gulai, peuyem, peanut? thank you!, kumahak teuing?"

ime' said...

=))

kayaknya mereka nanya gini deh, teh,
"Kamu KD yang dari Indonesia bukan? Gile, lagu kamu keren sekali. cuman saya bingung, kok kamu bilang-bilang terima kasih banyak, maaf kita putus, lalu dadahh di salah satu lagu kamu itu. saya bingung. kamu sendiri gimana? bingung?"

terus teteh jawab, "Thank you very much"

dia bilang, "artis yang aneh..."

m lim said...

koen: jadi selama ini dikau bertanya2?

anonymous: anda ternyata sangat berpengalaman!

ime: imajinasimu mungkin adalah realitas :)

santi said...

Kakkakaka bisa kok bisa ya teh *eh kemaren2 aku error ya manggilnya mbak .. orang sunda kok di mbak-in hihihi* di sangka orang filipin dan vietnam rada2 nyambung dan aku rada2 kebayang mukanya teh Mer gimana .. tapi kalu juga disangka burgher, wah bayangan tentang muka teteh jadi harus dirubah lagi nih ..hihihi.

y'ayie said...

Jangan-jangan itu gara-gara the "spa" stuff tuh, hahaha ... Itu orang pasti udah males banget gitu yah, kalo dalam bahasa Indonya dia bilang, "gaya banget sih sok kebule-bulean", kekekek

m lim said...

santi: ya nanti kita ketemuan deh... biar bisa dicocokin, antara bayangan dan beungeut-ku :p

y'ayie: phadhahal sha-ya mhe-mhank bhu lee...