Sunday, August 05, 2007

[Corat-Coret] Asteng 6.1 - Saigon : Walok

Ngga di Manila, ngga di Ho Chi Minh, tetap dituduh lokal.
27 dari 27 orang Filipina di Manila yang berkomunikasi denganku akan memulai dalam bahasa Tagalog.
11 dari 11 atau 12 dari 12 atau berapapun... pokoknya 100% orang Vietnam yang aku hadapi di sini juga akan memulai percakapan dalam bahasa Vietnam.

Cilaka, jangan2 wajah saya ini berubah2 sesuai lokasi alias walok? Atau sesuai yang mengajak bicara? Soalnya tadi pasangan Filipina di Ho Chi Minh sini menyangka saya Filipina! Lucunya di bandara Cengkareng sering disangka bukan Indonesia!! Mata siapa sih yang salah?

Di McClintock Tempe daerah saya tinggal di Arizona, 100% juga mengajak bahasa Spanyol karena disangka Hispanik. Oh ya, siapa sangka saya dianggap lokal juga di Srilanka? Jauh dari mirip ya? Ternyata di sana saya dianggap salah satu dari "burgher people" (bukan hamburger ya)!

Di Australia jadi mirip KD, di Jakarta disangka artis (baca=penyanyi dangdut :p), jangan-jangan di bulan disangka Apollo 11!

5 comments:

Anonymous said...

Ci Mer,

Bisa diakui kalau karakter elo emang bunglon (baca: orangnya asik...bisa menyesuaikan dengan segala keadaan...), tapi kalo tampang yang bisa nge-bunglon hmmm...sepertinya elo salah satu species yang perlu diselidiki..hmm..jangan2 elo alien dari planet Dayeuh..

-Rihard-

m lim said...

rihard: bukannya elu udah tahu kalo gue alien? kan dulu di enschede suka ke alien police :p

y'ayie said...

Lady Day gitu lhoh, hehehe ...

rini said...

mungkin satu2nya tempat elu nggak diakui sebagai orang lokal adalah di indonesia (elu pernah disangka singaporean kan di indo?). tapi sebetulnya nggak aneh juga sih nggak diakui di indonesia, mengingat elu kan emang dayeuh, bukan indonesia

m lim said...

rini: betul juga... Dayeuh sudah merdeka... Indonesia belum... oops!!!