Monday, August 27, 2007

[Corat-coret] Asteng 4.4 -- Bandung: Adegan stunt-girl

Masih kisah seputar nyetir di Bandung. Suatu hari, malam, sekitar jam 7:30, saya menyetir dari arah Cihampelas dengan tujuan Gg Yakin (sebrang Stasiun Kereta Api Bandung). Dulu, sebelum pindah, saya sering nyetir jalur ini. Merem juga nyampe :p (kagak deng).

Nah, setahu saya jalurnya biasa dari Cihampelas terus langsung lurus saja ke Cicendo terus langsung ke Kebong Kawung. Gampang banget. Nah di setopan sesudah Cihampelas (Cihampelas/ Wastukencana or Pajajaran?) saya setop di lampu merah. Begitu lampu hijau, saya meluncur terus lurus ke arah Cicendo. Begitu jalan sekitar 20-30 meter, saya kaget melihat mobil-mobil dari arah berlawanan terbagi dua, ke kiri dan ke kanan saya. Lalu terdengar teriakan, "Satu arah neng!!!!!" (Saya bisa dengar karena jendela saya buka, ngga ada AC soalnya mobilnya).

Karena kecepatan tidak rendah, saya masih melaju sekitar 50-60 m sampai akhirnya saya menginjak rem sepenuhnya dan berhenti di tengah jalan.

Ya ampun, ternyata semua mobil berjalan ke arah yang berlawanan, mereka menyalakan lampu dim mereka. Satu arah betulan! Sementara mobil Honda Civic '83 (ortu) saya yang kecil itu terjebak di tengah-tengah. Duh, sejak kapan sih ganti arah jadi satu arah. Lagi pula tanda verboden-nya malam-malam ngga kelihatan sama sekali.

Saya menunggu sampai sepi, lalu saya balik arah dan masuk ke parkiran luas sebuah toko.

Beberapa orang di parkiran berjejer menonton adegan tersebut. Mereka terlihat lega ketika saya berhasil mendaratkan mobil saya ke tempat parkir. Tukang parkir komentar, "Euleuh-euleuh si eneng.... bade kamana neng......."

9 comments:

Koen said...

+ "Satu arah, neng!"
- "Ini juga jalan satu arah kok, A'."
# "Bade kamana neng?"
- "Ka KD show, Pak."

Anonymous said...

Wah kagum aku padamu, sangat percaya diri, salah jalurpun selamat aja. Ingatanmu pada route - jalur lama lebih kuat dari ketidaksengajaanmu untuk melihat tanda satu arah. Percayalah aturan Lalulintas di Bandung flip-flop

m lim said...

koen: tepatnya, "bade sow..."

anonymous: bukan masalah percaya diri, tapi masalah cognitive. soal flip-flop, ya saya percaya. sering pakai flip-flop kalau jalan-jalan koq :p

Anonymous said...

Aduuh...Mer, dirimu tuh kayaknya orang yang ceroboh ya....
Dari banyak cerita2mu itu, banyak masalah yang muncul akibat kecerobohan dirimu, ck...ck...ck...

Mun ceuk urang sunda mah, kamu tuh penganut "kumaha engke"..., kan harusnya mah "engke kumaha ?" alias hati-hati dan penuh perencanaan.

Dinda

m lim said...

dinda: kuhargai "pengamatanmu" tentang kecerobohanku. ada banyak orang menganggap ini ceroboh. aku menganggap-nya sebagai "bunga kehidupan". kalau baca semua ceritaku, pasti mengerti mengapa.

ada yg ceroboh betulan, ada pula yang tidak. hal-hal seperti kisah "glasses" di KL, disangka "vietnam" di HCMC, kisah membeli HP di Bdg, jelas bukan kecerobohan, tapi kebetulan yang lucu dan harus dinikmati.

Jadi, ya begitulah saya. Bukan selalu penganut "kumaha engke" koq :D Kalau saya selalu "kumaha engke" saya tidak akan menjadi saya sekarang ;)

Tapi, senang koq dinasihati Dinda. Hatur nuhun.

--Nna said...

waduh, yang orang bandung aja salah jalan.. :D

m lim said...

--nna: itulah... lalulintas bandung suka ganti-ganti arah!

mei che said...

iya nih, qta juga jadi kagok klo nyetir pas mudik (padahal mudik tiap tahun loh)

m lim said...

mei che: ya "kagok" is one thing (krn ganti tempat setir), other thing is "ganti-ganti jalur" !!