Monday, August 20, 2007

[Corat-coret] Asteng 4.3 - Bandung: Salah jalur

Sewaktu di Indonesia, minggu pertama di Bandung aku sudah mulai menyetir. Kagog karena setir-nya ada di sisi yang berbeda, tapi ya bisa-bisa saja. Hari pertama agak kikuk, hari ke-dua, aku sudah merasa setiranku baik-baik saja.

Hari itu aku mencari-cari Jalan Hasanuddin. Aku tahu kalau letaknya dekat-dekat ITB, cuma tidak yakin yang mana jalannya. Jadi aku belok dari Jalan Dago pas di RS Boromeus. Sepanjang jalan, aku merasa banyak pengemudi membunyikan klakson. Kupikir, "Duh, orang Bandung makin ngga sabaran aja, tot tet tot tet melulu." Aku juga heran koq ada beberapa mobil yang datang dari arah depanku. Bandung ajaib nih, pikirku.

Karena tidak yakin, aku berhenti di pinggir jalan, dan bertanya pada Bapak tukang parkir. Tanyaku, "Mang, punten, upami Jalan Hasanuddin palih mana nya?" (Pak, permisi, kalau Jalan Hassanudin itu sebelah mana ya). Si Bapak menjawab,"Oh, muhun ieu teh atos Jalan Hasanuddin. Tapi eneng nyetirna palih dinya atuh neng, di kenca." (Oh, betul, ini sudah Jalan Hasanuddin. Tapi adik nyetirnya harusnya di sebelah sana, di kiri) sambil menunjukkan jalur yang sebelah kiri!!!

Ternyata selama ini...........

7 comments:

Anonymous said...

masih " untung" ndak ditabrak dan masuk Emergency RS Boromeus.. Masih "untung ' tak kena 'tilang'. apa masih punya SIM?

Konon biaya kematian pun 'sangat mahal' di Bandung, apalagi ongkos kuburan atau rumah sakit.

Jadi hidup itu indah tapi perlu berjalan dijalur yg benar, sekalipun itu aturan lokal.

hilman said...

:-) hehehe... hehehe...

Anonymous said...

Whoaaaaa salah jalur neng.....lain kali ati2 Mer....

Dyah

ana said...

mer....
:DD...:))...emang okay banged kl nyeritain yg "special cases" gitu...lucu2.
sekarang masih di Bandung?

m lim said...

anonymous: hidup itu indah -- regardless. masalah salah jalur, itu kan bukan kesengajaan. berbeda dengan "tidak menuruti aturan".

hilman: hehehe juga

dyah: ya, lain kali pasang poster di depan dashboard "Ini Bandung: Jalur Kiri euy!"

ana: udah ngga, An... short, brief, but wonderful.

y'ayie said...

Hehehe, aku cuma bisa ngikik-ngikik sendiri mbak baca postingan seputar "civic 83" mbak Mer. Edun euy ... Serem ajah, untung tidak terjadi salah jalur ketika udah balik kesini yah, kan berabe tuh maksud hati kita ke Leelee beli kambing, malah sampe mana pula, hehe.

m lim said...

y'ayie: waktu itu siapa yg nyetir? jin kali.... makanye sampe.... :p