Monday, July 16, 2007

[Corat-coret] Asteng 4.2.2 -- Jakarta: Visa & Indomerika & Telinga (2)

Ini sambungan dari [Corat-coret] Asteng 4.2.1 -- Jakarta: Visa & Indomerika & Telinga (1)

Nah, kan aku bilang "....telinga saya kan kecil, dan posisinya sedemikian rupa sehingga kalau dilihat horizontal tidak bakal terlihat banyak."

Si mbak bengong mendengar jawabanku. Tapi dia ngotot aku harus foto lagi. Dia memberi aku formulir kekurangan dokumen dan memberi aku waktu sampai jam 10 untuk kembali dengan foto yang baik dan benar! Saat itu sudah pukul 9 pagi. Dia juga memberitahu kalau aku bisa mendapatkan foto itu dari toko di jalan Sabang.

Aku bergegas meninggalkan kedutaan dan naik taksi ke jalan Sabang. Di sana memang banyak toko foto, jadi aku masuk saja ke salah satu dan langsung memesan pas foto ukuran kedutaan AS yang kilat.

Tak lama aku dipanggil untuk masuk ke studio. Dan dimulailah pemotretan itu. Aku menjelaskan bahwa telingaku harus terlihat jelas.

Si tukang potret memberikan petunjuk dan aba-aba supaya telingaku jelas. Lalu dia bilang, "Wah mbak susah ya, telinganya kecil dan ngga gini (tangannya bergerak membuat gerakan telinga yang caplang keluar)."

"Terus gimana dong, Pak?", tanyaku.

Dia mendekati meja kerja dia dan mengubek-ngubek laci. Lalu dia bilang,"Nah, ini dia, mbak. Kita ganjel aja telinga-nya pake styrofoam supaya keluar!!!"

Aku terbengong-bengong lalu tertawa, tapi kuterima keputusan itu. Demi mencapai kecaplangan, dengan rela dan riang gembira kubiarkan kedua daun telingaku diganjel gabus putih!!!!

Jepret! Jepret! Selesailah pemotretan dan hasilnya memang memuaskan. Telingaku jadi cukup caplang! :D

Aku langsung berlari-lari cari taksi dan kembali ke kedutaan. Belum jam 10! Tepat waktu! Dan langsung ke si mbak itu. Kubilang, "Mbak, ini udah diganjel lho, jadi kalau ini masih kurang, wah gimana lagi. Saya bukan Spock." Si Mbak diam saja, terus memperbolehkan aku masuk.

Seterusnya urusan lancar. Pewawancara yang orang Amerika malah memperlakukan aku dengan penuh hormat. Dia kagum dengan visaku kali (ge-er!) dan yang pasti dia tidak mempermasalahkan telingaku yang ngga caplang :P Malah dia bilang begini,"I wish to give you a two years sticker, unfortunately the rule says it's only one year."

Ah, sayang... tapi yang penting kan dapat stiker visa dan aku tidak usah operasi telinga.

8 comments:

Koen said...

Betulkah dunia kita menjadi ajaib saat harus bersentuhan dengan Merlyn? Aku jadi membayangkan Merlyn sebagai Merlin dengan topi runcing dan tongkat ajaib. OK, kita kembali setelah aku mencoba mengganjal telinga dengan styrofoam.http://

Memento said...

lol. crazy embassy staff!

i remember i was very annoyed of having tensed-looking portraits stuck in my visa/passport/driving license that i made in indonesia.

i'm still bearing the passport with the ugly face, but luckily the various consulates i've come to visit in england never fuss over my cheeky grinning face and ears covered by hair :p at least now my visas show me i'm actually excited for my trips...

santi said...

Reseh emang ya orang2 kita yg di kedubes AS di Jkt. Iya itu peraturan kuping udah ngga ada lagi di kedubes2 AS di tempat laen.

y'ayie said...

Been there too. Keluar wawancara visa hampir semua teman nyeletuk, "wah si mbak-mbak penjaga loketnya lebih garang euy dari yang wawancara" ... mmm ...

m lim said...

kun: elu baru tahu ya kalo gue emang kembarannya si Merlin itu

memento: ha! i'm proud of my caplang pose :p

santi: bener. makanye tampang gue bagus2 aja di dubes2 lain..

y'ayie: ya sindrom bule lokal. tapi paling engga situ kagak usah diganjel kan telinga-nya? :p

Anonymous said...

Yg pinter makin pinter, yg bodoh makin membodohi diri & orang lain dengan membuat sulit sesuatu yg gampang, telinga kecil kok mesti dibelokkan ya?
Yg cerdik tukang potretnya, karna pengalaman dengan para birokrat bodoh :-)
Mbak telinganya ukurannya berapa sih, bikin dah -telinga palsu, pasti laku tuh kalau dijual depan kedubes. Bisa aja bawa laptop & printer, potret kuping digedein dikit - lebih cantik dan lebih murah dari pada ongkos taksi !!!!!!

--Nna said...

ya kenapa sih harus pake keliatan telinga kalo paspoto... emangnya kalo telinga-nya cacat ga boleh apply visa keluar negeri ya? hehehe.. :)

m lim said...

anonymous: jelas telinga palsu ngga bakalan laku kalo dijual di kedubes, yang laku kalo dijual di depan jalan sabang. mas tahu kan jalan depan-nya kedubes? mana ada tempat u/ buka warung? kalau soal laptop & printer sih, saya selalu bawa tuh, cuma aja ngga bisa praktek, soalnya tidak diperbolehkan.

-Nna: cuma di indonesia aja yg begitu tuh. di kedutaan AS di negara lain aturan itu kagak ada tuh.