Monday, July 02, 2007

[Corat-coret] AsTeng 2.1 - Hong Kong airport

Selamat pagi, siang dan sore, teman-teman Kawanmu Lady Day sudah sampai di Manila dengan selamat. Secara fisik kelihatannya tidak kekurangan sesuatu apapun. Secara kejiwaan masih belum dapat dideteksi :D

Berikut ini adalah catatan kecil dari bandara Hong Kong, sesaat sebelum lepas landas.

:::

Bangun pagi sekali, re-packing koper, dan check-out. Semuanya beres. Aku hampir yakin tak bakal ada hal-hal ajaib yang bakal terjadi hari Bandara ke-4 dalam perjalanan AsTeng ini. Aku memberitahukan si petugas hotel bahwa aku ingin pakai taksi ke Airport Express station (dari sini bakal naik Express train ke bandara -- lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien, bisa check-in dari station sehingga ngga usah bawa-bawa koper). Sebuah taksi berhenti dan si petugas hotel berbicara dalam bahasa CIna (kemungkinan Mandarin) tentang tujuan saya. Saya tak mengerti apapun, kecuali kata Airport.

Setelah sekita 15 menit dalam taksi, saya melihat gelagat aneh. Taxi meter menunjukkan angka di atas 30 dollar padahal perjlanan saya dari station ke hotel malam sebelumnya saya cuma membayar 22 dollar. Lalu saya bertanya, "You know that we're going to Airport Express station, right?". Dia menjawab,"Airport, airport, Hong Kong?" Aku membalas,"Not the airport, but the station for the train." Dia terkejut,"Oh! No airport?" Aku juga terkejut, "Station, not airport, OK?" Dia, "Oh! Oh, Kowloon huh?" Aku menjawab,"Argh, should be Central (stasiun terdekat dari Hotel) but now I have no choice, right? I guess Kowloon is the closest." Duh, ternyata kesalahpahaman terjadi karena masalah bahasa. Saya menyangka si petugas hotel cuma bilang pada supir taksi bahwa aku minta diantar ke Airport. Dalam bahasa Cina, sehingga aku tidak bisa mendeteksi kesalahan tsb!

Akhirnya aku sampai di Kowloon Airport Express station, dengan sedikit ngebut-ngebut dan beberapa perdebatan tentang harga taksi dimana si supir ngotot bicara dalam bahasa Cina dan aku ngotot bicara bahasa Inggris (lha, gue kan ngga punya pilihan.... masa mau dalam bahasa Sunda?). Si supir cuma switch ke bahasa Inggris sesudah aku bayar saat dia bilang, "Thank you."

Kereta ke Airport sangat lancar dan nyaman. Aku tetap tiba jauh sebelum waktu keberangkatan.

Karena aku sangat lapar, aku memutuskan untuk sarapan terlambat/brunch. Sepiring kecil turnip cake menggugah seleraku dan segera kupesan. Entah apa yang terjadi, tahu2 ketika aku berjalan ke arah kasir, terjadilah BRANG GEDOMBRANG... BANG! Dalam hitungan milidetik, piring kecil dari tanganku sudah pindah menjadi kepingan-kepingan porselin yang berantakan di lantai. Turnip cake ku tergeletak terbuang percuma di lantai! Arrrrggghhh!!!

Manager cafe langsung mendekatiku,"Are you OK?" Aku masih terdiam mematung. Dia mengecek tangan dan kakiku. Semua baik. Tapi dia tidak mengecek otakku! :) Dia bilang, "You better just sit down. We'll give you a new plate, OK?" Dia lalu mengantar aku duduk di salah satu meja, jauuuuuuh dari tempat kejadian. Dengan muka kasihan dia bilang padaku, "Take care, OK?" Petugas-petugas lain juga melirik-lirik ke arahku. Semua memasang tampang baik penuh rasa cinta.... haha.. ngga mungkin ya. Mereka tampangnya prihatin gitu lho. Kelihatannya mereka lebih prihatin soal diriku ketimbang turnip cake yang tumpah dan piring yang pecah. Hahaha, mungkin mereka pikir ini orang depresi penuh kejangaran sampe mecahin piring segala!

Aku tetap mendapatkan sepiring kecil turnip cake yang rasanya enak banget. Kunikmati sambil agak terbengong-bengong melihat petugas kebersihan membersihkan bekas-bekas kecelakaan itu. Sampai sekarang aku masih belum mengerti mengapa kecelakaan ini terjadi. Masa penyanyi dangdut kesohor ngga bisa menenteng baki kecil yang isinya cuma sepiring turnip cake? :P

Keterangan gambar:


atas: sepiring turnip cake.
bawah: bersih-bersih tempat kejadian (aku ambil dari tempat aku duduk).

11 comments:

mellyana said...

kalau gak ada kejadian turnip, namanya bukan lady day lagi atuh. secara kayaknya tiap trip musti adaaa aja ceritanya!

Anonymous said...

Mer, untung ya travelling-mu seru2 termasuk kejadian2 unpredictable-nya. Pembaca jadi seneng menikmatinya....maaf..bukan seneng dgn kejadiannya tapi seru....

Dyah

y'ayie said...

Eh sengaja ya biar menimbulkan kegaduhan gitu, hehehe ... Kasian Hongkong, kedatangan si ratu porak poranda. Lalu apa yang terjadi dengan Manila Conf mbak? Porak poranda juga nggak? Anyway, I haven't been able to contact the person you mentioned in the email. Miss you mbak. Here is so quiet!

Anonymous said...

what a gastronomic adventurer you are !
BRANG GEDOMBRANG... BANG! "You better just sit down. We'll give you a new plate, OK?""Take care, OK?" mungkin mereka pikir ini orang depresi penuh kejangaran sampe mecahin piring segala!
Your mind seems much faster than your spatial coordination ( jet-lag reasoning seems better than depression ... or bawalah piring & gelas plastik kalau travel :-)

Mei Che said...

engng ... gimana klo perjalanan ke AsTengnya sekalian mampir ke Minangkabau?

sahathutajulubo said...

Again:
Huahahahahahaha...
Gua tahu kenapa kecelakaan itu bisa terjadi.
Gua tau bener deh kenapa.

(udah aja.. bikin penasaran banget kan... hahahahaha)

m lim said...

mellyana: belum ada kejadian di airport dayeuh, mel ;) (soalnya kagak ada airport sih yee... hehe)

dyah: haha... pasti dikau mendoakan supaya ada kejadian aneh ya? :p

y'ayie: manila conf aman lho.. tidak porak poranda.. cuma ancur lebur aja.. haha

anon: haha.. maunya bawa piring+gelas yg virtual, bisa menghilang gitu.

meiche: kenapa minangkabau mei? biar ketemu siapa? :)

sahathutajulubo: kenapa, sahat? elu kapan ke bdg latihan nih? gue pingin jitak elu!!

sahathutajulubo said...

gara-gara loe inget kejadian tahun 2004 lalu di Jerman, Tari Piring. Pasti lu lagi agak-agak keinget tari piring kan?? Alhasil melayang deh tuh piring.

Emang loe lagi di Bandung??

Hesti said...

haha, airport hk emang selalu memberikan cerita seru. masalah bahasa yang seringkali jadi penyebabnya.

eh mbak, gimana kabar dari dayeuh kolot? ditunggu ya kisah2 serunya.

Dhonatneth said...

hahahahha ada-ada ajah ceritanya mer... emang dihongkong kalo ngomong kaya ayam ama bebek... pusing banget...

Mei Che said...

untuk belajar tari piring *kabuur*