Saturday, June 23, 2007

[Corat-Coret] AsTeng 2.0 - Hong Kong: Celana koq minum kopi?

Pendengar setia ... eh pembaca setia... temanmu Mer dari Dayeuhkolot melaporkan bahwa beliau sudah sampai di Hong Kong kemarin malam dan besok pagi akan melanjutkan perjalanan ke Manila. Mohon doa yang banyak supaya Mer tidak salah bangun, salah masuk, ataupun salah mendarat! Terimakasih ya...

:::

OK, kisah corat-coret hari ini terjadi di Victoria Peak -- tempat tertinggi dimana kita bisa melihat pandangan mata-burung panorama Hong Kong. Nah, sesudah cape motret-motret panorama, aku membeli secangkir cappucino (lumayan tapi rasa-nya belum mengalahkan versi Australia) dan mataku langsung tertuju pada 2 buah komputer dengan free wireless untuk para pengopi. Salah satu komputer kosong, jadi aku langsung nangkring di situ. Jatah surfing hanya 15 menit, tapi karena pengopi lainnya tidak ada yang berminat memakai komputer, aku lanjut saja sampai 30 menit... bahkan lebih.

Aku asik banget ber-Internet.... sampai tahu-tahu aku kaget akan jeritanku sendiri. "Arrrgggghhhh!!!" aku berteriak. Pahaku terasa panas. Ternyata aku menumpahkan kopi si cappucino itu bukan ke mulutku tapi ke celana pendekku. Alhasil orang-orang sekitarku langsung melihat ke arahku. Bule-bule yang duduk-duduk di belakangku langsung mesem-mesem melihat celana pendek yang berwarna cream itu kena tumpahan kopi yang cukup besar. Daripada salting atau malu, aku tersenyum pada orang-orang itu. Dengan santai aku berjalan ke counter kopi, mengambil tissue, lalu membersihkan tumpahan kopi di meja komputer dan celanaku. Lalu berjalan meninggalkan komputer dengan gaya pede.

"Celana batik, siapa takut?"

Padahal dalam hati aku menyumpah-nyumpah: "Duh, udah paha gue panas, ini pan celana pendek satu-satunya!"

Thursday, June 21, 2007

[Corat-Coret] AsTeng 1.1: PeDe

Laporan sementara dari perjalanan AsTeng. Sekarang masih belum sampai di Hong Kong, baru di Tokyo. Ini meng-Internet dengan mencuri koneksi NWA First Class Lounge yang bocor ke daerah boarding!

Pas di LA, aku hampir putus asa karena antrian-antriannya sangat-sangat panjang. Untuk check-in aku mempergunakan kartu ajaib WorldPerk Elite ku sehingga bisa memotong antrian ratusan orang. Untuk masuk security gate alias gerbang keamanan, yang bisa masuk jalur khusus hanya Premium member dan First Class passenger. Jelas aku bukan. Tapi aku pasang gaya pede dan bilang, "Hi, I am an elite member" dan serta merta bisa memotong ratusan orang lagi! Horeeee!!

Begitu sampai dekat2 gate, kudengar namaku dipanggil. Meur-lay-na Lim... Meur-lay-na Lim... please come to the desk of Gate 28! Tepat waktu!!

OK, begitu dulu ya. Pesawatku mau boarding.

Wednesday, June 20, 2007

[Corat-Coret] AsTeng1.0: Salah masuk

Ini catatan corat-coret pertama dari perjalanan ke Asia Tenggara. Belum sampai mana-mana, baru sampai di Phoenix airport yang cuma 15 menit dari rumahku di Tempe. Tapi sudah ada kejadian yang tadinya ngga akan aku ceritakan di sini. Soalnya malu!*

Pesawatku ke Hong Kong terbang dari Los Angeles, jadi aku harus ke LA dulu. Jadwalnya mustinya 8:25 am. Sekarang jam 9:27 dan aku masih di Phoenix! Kenapa? Ya, jelas, ketinggalan pesawat lagi! Duh, koq bisa ya? Masa bisa kejadian lagi sih?

Tapi jangan salah lho, kali ini aku tidak kesiangan bangun! Bahkan sudah tiba di airport jauh sebelum waktu keberangkatan. Masalahnya, entah kenapa, telah terjadi sesuatu yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya.

Aku salah masuk security gate! Seharusnya D, aku masuk ke A! Koq bisa? Entah kenapa terjadi, tak dapat dijelaskan. Yang pasti setelah 1 jam mengantri, petugas yang mengecek boarding pass ku bilang,"You know that this is not Southwest right? This is American."

Aku menjawab,"I thought this is D."
Petugas berkata lagi, "No, this is actually A. You can go out and go to another security gate." Aku terkejut dan bilang, "No way, I've been lining up for an hour and I should do it all over again? No, I am staying here."
"Alright, you can then. But D is the furthest gate from here, so you'll walk around the whole airport to get there," sahut petugas.
Aku bertanya,"How long does it take to get there?"
"I don't know, maam. It's one really long good walk!" petugas menjawab sambil tertawa.
"OK, I'll walk!!" jawabku dengan tegas.

Akhirnya aku memutuskan untuk berjalan ke sana. Di tengah jalan aku tahu aku bakal terlambat. Aku hanya berharap ada kursi kosong di pesawat berikutnya yang berangkat jam 10:20am! Dan horeee, ternyata memang ada.

Semoga aku bisa mengejar pesawatku dari LA yang bakal berangkat jam 1:45pm.

* ini merupakan acara ketinggalan pesawat-ku yang ke-3 sebulan terakhir ini, dan yang ke-5 selama tahun 2007, dan dalam hidupku yang ke ... uhmm.... berapa ya? ;p

Wednesday, June 13, 2007

Corat-Coret (Oz 1.0): Professor KD

Ada banyak cerita-cerita kecil tak berkesinambungan yang tercecer dari perjalanan2 akademis saya. Sudah lama ingin berbagi, tapi belum sempat. Nah, mumpung sekarang sedang ada waktu, saya akan mulai dengan "Corat-Coret" edisi Oz, berdasarkan perjalanan ke Australia yang baru lalu.

Inilah kisah yang pertama.

::::::::::

Tugas pertama di Australia adalah memberikan keynote speech di Workshop on Understanding Internet in Asia-Pacific di Universitas Wollongong. Peserta workshop sebagian besar adalah mahasiswa doktoral yang dipilih dari berbagai universitas di Australia.

Sesudah workshop satu hari yang isinya ceramah dan presentasi, hari kedua digunakan untuk diskusi tertutup tentang penelitian antara aku dan mahasiswa2 doktoral ini. Di sini mereka boleh bertanya apa saja padaku.

Sesudah diskusi selesai, seorang mahasiswa dari Malaysia bertanya, "Are you truly Indonesian?" Kujawab, "Yes, I am 100% Indonesian". Terus dia bilang, "Oh, no wonder! When you gave your lecture yesterday I found out that you looked so familiar to me! Now I know that you remind me much of someone. You look like Kris Dayanti!"

Aku terbelalak! Mana mungkin. Kris Dayanti diliat dari Bogor kali ye.

Sebelum aku berkata apapun, mahasiswa lain dari Jepang bertanya, "Who is that Kris?" Seorang mahasiswa lainnya (orang Australia asal Malaysia) membalas, "That's a hot sexy singer from Indonesia!"

Aku tertawa terus protes, "You mean I look more like a pop singer than a professor?????"

Mahasiswa-mahasiswa itu tidak menjawab. Mereka hanya senyum2 dengan mata penuh binar2 nakal!

p.s. No, I have looked at myself in the mirror thousand times and I don't think I look like Kris Dayanti at all.

Monday, June 04, 2007

No what-what lah

Malam ini begitu sampai di rumah saya menyalakan tivi dan tertangkaplah berita tentang David Tool orang Amerika yang tinggal di Beijing yang dberi penghargaan oleh pemerintah Cina atas usahanya memperbaiki terjemahan papan-papan petunjuk (dalam bahasa Inggris) di Beijing.

Sangat lucu! Saking menikmati kisah ini, saya langsung menulis di blog tentang Chinglish berikut contoh-contoh terjemahan yang lucu2. Kalau anda ingin belajar tentang Chinglish, silakan saja klik link ini. Dijamin pasti tertawa ala Chinglish!

Cerita-cerita tentang bahasa papan petunjuk memang selalu mengundang tawa. Saya ingat pernah lihat papan yang tulisannya berbunyi "Trek sampe sampeh di sinih" -- naon coba? Maksudnya "treuk (truk) sampeu (singkong) sampai di sini (saja)".

Beberapa saat lalu, seorang kawan di MP posting berjudul "Don't follow mix" tentang spanduk perform taste yang berbunyi "If not now more when? If not me more who?"

Nah berarti di Indonesia juga fenomena yang sama terjadi. Apa kita juga harus "bersih-bersih" kayak pemerintah Cina?

Kalau saya pikir sih something like that no what-what lah. His name also effort. Her name also life. Even not a play his funny, right?

Kalau diprotes sama orang-orang asing, kita bilang saja sama mereka "Your granny huh? Don't follow mix lah! Don't itchy and speak as delicious your belly button!"

Believe body only also. Don't be surplus and don't think that are nots. Her name also live in Indonesia. Accept only. Yang sudah ya sudah. Different river, we fix.

Feeling, headache not you?