Setelah deg-degan selama tiga minggu, akhirnya sepucuk surat dari Kang-mas Kumpenih-kumpenih di Consulaat-Generaal van het Koninkrijk der Nederlanden datang juga. Dikirim pakai jasa bang Fedex, passport-ku kembali dengan sebuah stiker tempel di dalamnya. Jelas bukan stiker Hello-Kitty atau Gaban! Cuma stiker kampanye mendukung RUU pornografi/pornoaksi. Hehe.
Ok, aku akan stop kegaringan ini. Yang betul tentunya stiker visa Schengen, multiply entries. Sebetulnya aku cukup yakin aku bakal dapat visa ini, cuma katanya proses-nya paling lama 2 minggu. Makanya ketika lewat 2 minggu, bahkan 3 minggu, surat cinta konsulat Belanda ngga datang jua, langsung aku deg-degan. Masalahnya aku bakal berangkat Selasa depan ini, tanggal 21 Maret.
Untunglah, akhirnya visa beres. Jadilah aku berkunjung ke Walanda. Semoga ketemu dengan teman2 bloggers di Walanda. Sampai jumpa!
Ps. Jadwal saya di Belanda kira2 seperti di bawah ini. Email aja ya kalau mau janjian ketemu.
21 Maret: 3 siang, berangkat dari LAX airport
22 Maret: siang2 nyampe di Schipol airport, kayaknya bakal dijemput profesorku dan langsung cabut ke Harlem
23 Maret: Di Amsterdam, tinggal di sebuah apartemen di Gelderse kade 14.
Seminar di Nieuwe Kerk, AmsterdamPre-Programme
18.00 Entry and visit exhibition Indonesia
19.00 Coffee/tea and spekkoek in the exhibition hall
Programme
20.00 Presentations by Dr. Merlyna Lim (tentang Internet & Demokrasi), Prof. Nico Schulte Nordholt, Prof. Patricia Spyer.
21.15 Roundtable and discussion
22.30 End programme
24 Maret: Amsterdam
25 - 28 Maret: Di Enschede, tgl 27 Maret bakal show-up di kantor TDG (KMPG Building, Enschede).
29 Maret: Amsterdam
Lecture Series Emerging Digital Cultures in Asia.Blogging and Politics: on the emergence of a new digital public sphere and its political implications, organized by Waag Society, Leiden University, ASiA and IIAS
30 Maret - 1 April: Amsterdam
Media Technology, Sensory Experiences and the Making of Religious Subjects.Organized by UvA.
2 April: kembali ke LA