Sunday, October 29, 2006

Ruang Darurat (2): Adegan Film Horor

Pk 5 sore, 24 Oktober 2006, Ruang Darurat di Pusat Medis Spanduk Gurun* di Meza, Arizona

Perawat mendorong kursi rodaku dan menempatkan aku di sebuah bilik bertirai biru. Dia menolong memindahkan tubuhku ke kursi dan kemudian mulai meraba tanganku, mencari urat-nadi yang paling jelas. Tak lama, sang perawat menusukan jarum infus beserta tabungnya ke urat nadi di pergelanganku. Duh... eh, ngga gitu sakit sih.

Sebelum pasang selang infus, si perawat mau ambil darah dulu. Jadi dia menusukkan jarum kecil ke tabung infus kecil yang sudah tertancap. Entah bagaimana kejadiannya, tahu-tahu darahku muncrat ke celana panjang si perawat. Dia langsung panik dan menjerit: Oh, my God!!! My goodness!!!

Banyak sekali darah di ruangan. Ada genangan darah yang cukup besar di lantai. Jari-jari dan pergelanganku penuh dengan darah. Mengerikan. Seperti adegan berdarah-darah di film horor.

Saya terkejut. Tapi tidak bereaksi sedikitpun. Si perawat tampak pucat, dia berkata: I am scared to death!!!!

Perawat: I am so sorry, I am so sorry
Aku: It's OK.
P: Yeah, this little needle was broken.
A: Oh.. well, yeah, something like that happens.

Kemudian si perawat mengganti kaus tangannya, mengambil setumpuk tissue dan mengelap tangan saya. Dia berusaha meneruskan tugasnya. Jarum diganti dan 5 tabung darah diambil dariku. Lalu si perawat membersihkan darah-darah yang menghiasi ruangan. Dia sangat gugup sehingga terus menerus menjatuhkan barang-barang. Setelah mengganti kaus tangan 6 kali dan menghabiskan seluruh persediaan tissue di ruangan, akhirnya dia selesai. Dia masih tampak gugup, namun tetap berusaha tenang dan meneruskan tugasnya. Selang infus lalu dipasang di jarum infusku. Berhasil. Dua tabung obat diinjeksikan di selangku. Berhasil juga.

Ruangan begitu sepi. Tak seorangpun dari kami yang berbicara. Sunyi. Sepi. Sampai akhirnya aku memecah kesunyian.

A: You know what? I think you should have done this better (dengan wajah dan tatapan dingin, suara datar)
P: Oh..oh.... I am so sorry (sangat gugup dan merasa bersalah)
A: I really think you should have done better (saya mengulang, tetap dengan suara yang dingin)

Si perawat kehilangan kata. Dia menunduk dan terus membenahi selang infusku.

A: Yeah, you can do better by giving me some IV** with pizza or hamburger flavor!

Sang perawat menatapku. Tertegun sejenak, kemudian bertanya: What do you mean?
A: Pizza flavor... or hamburger, at least. Come on, after what you have done to me!
P (tertawa): Oh right, yeah, pizza would be nice. I should have done better, true.
A: Yes, after taking too much blood of me!
P: Yeah, I should give you something in return (langsung terlihat lega dan lebih santai).

Kami berpandang-pandangan dan kemudian tersenyum bersama.

catatan:

* Terjemahan saena'e dewe dari: Emergency Room at Banner Dessert Medical Center
** IV = intravenous = within vein (Inggris), infus (Indonesian, Dutch).

English version of this can be read here.

17 comments:

dy said...

Mer... whatever you're doing in ER, just get well and get out of it soon!

ime' said...

teh? beneran masuk rumah sakit? ckckckckck... kok kayaknya teteh akrab banget yah sama rumah sakit?

Rihard-Susy-Daniel said...

Mer, dikau sakit? (lagi?) sakit apa? hmmm kalo gua dah marah kali si suster gak ati2 kayak gitu, secara daku takut banget ama jarum n darah. Beterschap ya Mer. Mo dibikinin apa? Rib panggang? :))

hend said...

Teh, lay-out blognya memang disengaja ya kayak gini?

merlyna lim said...

dy: thanks
ime: ngga akrab koq, bener deh, sumpe :p
rsd: thanks. rib panggang mau doooong!
hend: iya. kenapa emang? ada yg salah? di screenku sih baik2 aja.

juz someone said...

mer...kamu sakit ya? sakit apa? duh...langsung sakit setelah baca blog-ku kah? aku doa mer cepet semnbuh ya...nothing can i do but this sincere prayer...

ND said...

Aduh, sampe sakit gitu??? Kalo bisa mah jgn sering2 masuk rumah sakit, aku aja kapok waktu kena DB, tiap pagi diambil darahnya sampe lengan yang bekas jarum itu jadi hitam2 mengerikan dan lama hilangnya. Take care.

merlyna lim said...

juz someone: iya, sakit abis baca blogmu :D eh, ngga deng, dah sakit sebelumnya koq. thanks for your sincere prayer.

nd: ya, aku juga ngga mau masuk rs, koq say.. cuma ya kepeped. tapi ngga mau lagi koq.

wiwik said...

udah baikan to, mer? sakit apa? get well soon.

Dodol Garut said...

Ya ampun, baru mampir sorry.. masuk RS ?? Napa pula ?? btw di ER ketemu George Clooney teu ? (dzigh....!!) Cepet sembuh Neng.

merlyna lim said...

wiwik: dah baikan koq... thanks.

dodol garut: thanks.iya, sengaja masuk ER supaya ketemu si Clooney... eh malah ketemunya si Kelonin... :p

yanti said...

teh, nuhun ucapan sareng pidu'ana..
berat abdi, tos we lah eta mah rahasia antawis abdi, timbangan sareng Gusti.. hihihihi...

merlyna lim said...

yanti: hahaha.... speechless euy!

hendra said...

masih sembut atau sudah sakit, teh?

Ophi said...

heyyyy ieu masih emergency waeee...

apdet euyy apdettt heuheuhue

dhonatneth said...

mer, dah sembuh khan yah, buktinya diatas dah nyanyi keroncong.. hehehe... aduhh itu suster , untung ketemunya ama si mer, kalo engak ... jamin bisa kena sue tuh si suster.

merlyna lim said...

hendra: udah sembuh kayaknya sih ;p

ophi: mangga ceu.. tah udah diupdate..

dhonatneth: maklum gue anaknya manis budi.. huehehehe.