Tuesday, September 05, 2006

Nasib ooooh nasib.....

Dulu waktu saya masih tinggal di Indonesia, teman-teman suka meledek.... "Mer, gimana Bandung coret dah merdeka?". Memang saya tinggal di Bandung coret. Rumah orang tua saya di Dayeuh Kolot, hanya beberapa meter dari Kotamadya Bandung. Padahal rumah ortu itu adalah rumah nomor 1 di Kabupaten Bandung *bangga*. Tapi ya... sekali coret tetap coret siih... :). Masalah per-Bandung-coretan alias ke-Dayeuh-Kolot-an saya ini membuat teman2 di ITB menobatkan saya sebagai Lady Day (Lady Dayeuh) sekaligus Miss Dayeuh :)

Biasa kami, saya dan teman-temen di ITB, suka becanda bahwa kalau saya pulang dari ITB (Dago) ke rumah di Dayeuh Kolot saya harus menebang pohon pisang dulu dan membuat rakit untuk sampai ke rumah. Maklum Dayeuh Kolot kan langganan banjir. Rumah saya juga letaknya di bawah jembatan tol Padalarang - Cilenyi. Jadi kalau mau mampir ya gampang saja, tinggal berhenti di jembatan tol, dan lompat!

Nah, beberapa tahun lalu, saya pindah ke Belanda (untuk studi). Di Belanda juga tinggal-nya hampir Belanda coret! Lebih dekat ke Jerman ketimbang ke pusat Belanda (Amsterdam, dll)! Kota tempat tinggal saya adalah Enschede, yang kebanyakan orang Belanda pun tidak pernah mengunjungi (bahkan tidak tahu menahu ttg keberadaannya). Memang nasib, dah di Belanda ya tetap tinggal di kampung!

Kemudian saya pindah ke Los Angeles. Wah, kota besar dong. Bukan sekedar metropolitan, tapi juga pusat kapitalis dunia. Dan saya tinggal tepat di LA -nya, bukan kota-kota lain di Greater LA. Tapi ya, tetap sih, saya tinggal di dekat ghetto-nya LA! Kampung! Tak jauh dari apartemen saya adalah area-area kumuh! Dasar nasib!

Sekarang saya di Arizona. Ya tidak sepusat LA, tapi ya saya tinggal di kota, bukan kampung. Tempat kerja dan tempat tinggal saya benar2 pusat kota, downtown! Nah, saya mengajar di Arizona State University yang kalo disingkat jadi ASU guk-guk-guk, tinggal di Tempe temennya tahu, cireng, bala-bala dan combro, yang dialiri sungai Gila. Nah kalau digabung jadi ASU, Tempe, Gila!!! Kombinasi apa yang bisa lebih kacau dari itu? Hehehe....

Monday, September 04, 2006

Dukacita

Berita dukacita yang dibawa teh Ophi sempat membuatku galau dan sedih. Membuatku ingin menulis tentang teh Inong, tapi bingung. Akhirnya aku menulis di sini, dalam bahasa Inggris.

Selamat jalan, teh Inong. Kami akan selalu merindukanmu.