Thursday, August 03, 2006

Kesemrawutan hari-hari terakhir di LA (Semrawut #1)

Hari-hari terakhir di Los Angeles cukup semrawut. Rencana semula adalah tinggal di Los Angeles sampai tanggal 10-11 Agustus sebelum pindah ke Arizona karena keputusan imigrasi dijadwalkan keluar tanggal 3 atau 4 Agustus dan penyewa apartemen baru juga sudah memberikan ijin pada saya untuk tinggal di apartemen-nya (saya sebagai penyewa lama) sampai tanggal 7 Agustus. Sesudah 7 Agustus ada teman yang menawarkan apartemennya yang kosong di pantai Santa Monica (yang sebetulnya bisa dipakai sejak tanggal 4 malam atau tanggal 5 Agustus pagi). Jadi saya santai-santai saja. Tapi ternyata kenyataan yang terjadi jauh sekali dari rencana.

Berdasarkan negosiasi awal, penyewa baru akan mengambil barang-barang di apartemen (segala macam perlengkapan dan alat-alat rumah). Barang-barang berupa meja, kursi, sofa, TV, DVD player, dan lemari di lantai bawah akan saya berikan secara cuma-cuma dan barang-barang di lantai atas akan saya jual dengan "harga teman" asalkan saya boleh tinggal di tempat tsb seminggu setelah masa sewa habis. Saya bahkan menawarkan uang pengganti sewa selama seminggu. Penyewa baru mengiyakan.

Tahu-tahu, Jumat sore, tanggal 28 Juli 2006, sang penyewa datang bersama orang-tua-nya. Mereka memutuskan untuk tidak mengambil barang-barang milik saya, kecuali sofa, rak dan meja makan (itupun tanpa bayaran) dan meminta saya untuk mengosongkan apartemen sekaligus meminta maaf karena tidak bisa memberikan perpanjangan tinggal. Alasan kenapa tidak mau barang-barang saya adalah karena sang ibu sudah membelikan barang-barang baru untuk anaknya! Duh...., saya langsung panik. Permintaan maaf sih diterima, tapi mengosongkan apartemen dalam waktu 2 hari (tanggal 31 Juli harus keluar) dan sekaligus mengatur rencana untuk tempat tinggal selanjutnya adalah hal yang sangat berat. Belum lagi saya masih harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang tersisa dari kantor dan mengejar tengat waktu untuk beberapa hal.

Untungnya, keputusan petisi dari imigrasi malah keluar 6 hari lebih awal dari jadwal semula. Jadi walaupun panik dan ribet, hati dan kepala saya terasa ringan. Sangat gembira mendapat kabar bagus tentang petisi visa O-1 saya. Jadi walaupun banyak pekerjaan, yang pasti semangat saya cukup tinggi.

Sejak malam Jumat tanggal 28, saya sibuk beres-beres (packing) dan langsung mencari cara untuk mengosongkan apartemen. Saya rela untuk memberikan semua barang secara cuma-cuma pada yayasan-yayasan sosial, tapi nyata-nya mereka tidak bisa menjemput dan mengambil barang sembarangan. Mereka memiliki jadwal jemput (pick-up schedule) tertentu yang tak bisa diganggu gugat. Dapat dimaklumi, mengambil barang-barang besar seperti kasur, sofa, dll, membutuhkan truk pengangkut dan tenaga kerja yang tak murah. Jadi mereka harus mengatur untuk menjemput beberapa rumah sekalian dalam satu hari.

Akhirnya saya putuskan untuk mengiklankan di craigslist. Sejak Jumat malam sampai Minggu malam, saya mengiklankan barang-barang sampai lebih dari 20 kali. Dari beberapa iklan moving sales/garage sales, sampai iklan-iklan individual per barang, bahkan yang terakhir adalah iklan putus asa (yang bunyinya, "Please, I desperately want to get rid from my matress.... etc..). Alhamdulilah, rumah saya diserbu orang-orang. Alhasil Senin malam rumah sudah cukup kosong. Dan ternyata sang tuan-tanah memberi saya kemurahan untuk tinggal 1 malam lagi, jadi saya bisa keluar Selasa, tanggal 1 Agustus. Selasa pagi, rumah saya benar-benar kosong. Asli barang-barang tersebut saya jual dengan murah sekali, hampir gratis! Saya juga berhasil mengepak barang-barang. Hari Senin sore, petugas UPS datang, dan melayanglah 11 dus barang2 saya dari Los Angeles ke Tempe Arizona. Terimakasih untuk seorang temanku yang bantuin berburu dus dan juga menghibur dengan makan pempek bareng di saat-saat heboh-hebohnya ngepak (sayang temanku ini rumahnya jauh banget dari USC).

Setelah kosong, tiba saatnya untuk keluar (sudah diusir) dari apartemen itu dan memutuskan kemana saya akan pergi. Karena tidak sempat merencanakan, cukup sulit memutuskan akan kemana. Teman-teman saya (di Los Angeles saya bergaul cuma dengan teman2 kantor) sedang liburan musim panas, jadi tidak bisa dihubungi satupun kecuali satu orang yang memang sudah bersedia meminjamkan apartemennya terhitung tanggal 5 Agustus. Harga hotel di Los Angeles, bahkan untuk yang murah-meriah sekalipun, tetap terhitung mahal. Saya akhirnya menemukan di craigslist sebuah kamar di dalam rumah di Santa Monica yang menyewakan dengan hanya $37/day. Itu yang termurah yang saya bisa dapat. Saya menelepon sang pemilik, dan berdasarkan wawancara pendek (siapa saya, apa pekerjaan saya, kenapa, bagaimana), orang tersebut menerima saya untuk menjadi tamu-nya.

Tapi terus saya bingung, apa saya benar-benar mau ke tempat itu. Agak malas untuk tidur di rumah orang yang saya tidak kenal. Cowok pula. Tapi masalah utama sih karena katanya koneksi Internet di rumahnya tidak terjamin. Saya mungkin bisa mendapat signal dari wireless tetangga, tapi tidak dijamin. Lagian tempatnya ini jauh sekali dari kantor. Kalau ada apa-apa harus naik taksi... mahal... kalau naik bis, bisa-bisa 2 jam dihabiskan di jalan. Waaaaakkkkk..

Mau tidur di hotel terdekat....(atau di hotel manapun di LA)... mahal bo! Bisa 100 dollar per malam dengan semena-mena!

Terpikir juga bawa bantal dan menggelar tikar di kantor... hehe. Kantor saya cukup nyaman lho untuk tidur dan ada Internet akses!. Tapi masalahnya kantor sedang direnovasi dari tanggal 1 sampai 15 Agustus! Duh, koq kebetulan amat sih????!?!?!!!!!?

Atau saya bisa coba cari pengalaman menjadi homeless selama beberapa hari... terus Internetnya bisa nyambung dari koneksi kampus USC. Hihihi...

Saya juga terpikir untuk terbang saja ke Boston, mengikuti konferensi Wikimania, sekaligus ketemu teman dekat dari Singapura yang kebetulan datang ke Boston untuk konferensi tsb. Karena saja masih ada jatah bepergian dari kantor yang belum saya pakai. Tapi masalahnya saya cape sekali, hampir tidak tidur sama sekali 3 malam. Dan saya terlalu cape untuk terbang selama 10 jam (tak ada yang langsung, yang langsung sudah pada habis) dan ikut konferensi 3 hari penuh.

Atau langsung saja cabut ke Arizona? Tapi masalahnya minggu ini pejabat2 kampus masih belum ada di tempat (baru minggu depan mereka ada) dan saya harus ada di Los Angeles lagi hari Senin depan.

Saya tambah bingung..... mau kemana ya saya? Apa keputusan saya? Tunggu di tulisan saya berikutnya.

7 comments:

ime' said...

ckckckckk teteh teteh... kenapa yah, setiap teteh mau pindah, selalu ada aja kejadian yang nye-mrawut-in??? *hehehhe... apa'an sih nih kata???*

Dhonatneth said...

wah wah wah wah.... trus akhirnya gimana? emang pindah tempat tuh paling ribet urusannya puanjanggg...

ND said...

Waduh Mer..jadi ikut bingung, gak kebayang dech. Tetep semangat ya...kita bantu doa dari sini dech semoga semua lancar dan bisa tidur nyenyak.

ayub yahya said...

mbak, usul nehhh, gimana kalo tulisannya jangan panjang2. jadi ga capek gitu. habis baca tulisan mbak itu asyik. tapi saya ga bisa baca lama2 di komputer.

Dodol Garut said...

Duuuh si eneng meni karunya, kacipta paciweuhna, riweuh, cape jeung tunduh. Mudah-mudahan dapet tempat yang nyaman. Kalo mau didugdag ti NL mah hayu di tempat saya wae, ada 3 kamar tidur nganggur, haratis...!!

merlyna lim said...

ime: ambil hikmahnya sih ya krn sering semrawut kan jadi banyak cerita... :D

dhonatneth: emang kasian ya gue.. tapi kalo elu bikinin gue eskrim kayaknya gue bakal langsung terhibur deh :)

nd: makasih euy.. ngga usah dibayangin, ntar jangar bin pusing :)

ayubyahya: justru itu versi yg semrawut ini dibiarin panjang. biar kerasa cape-nya... :D

dodolgarut: nuhun yeuh.. janten hoyong ka walanda...hik..hik....

Anonymous said...

yah mel sayang banget elo ga bisa ke sini padahal elo di sini bisa santai lho.. ga mesti dateng ke conferencenya ntar nyontek catetan gue aja utk laporan ke kantor hehehehe

--rani--