Tuesday, August 08, 2006

Happy-Ending-nya belum, ternyata (Semrawut #4)

Sesudah semrawut edisi satu, dua, dan tiga, aku pikir petualangan dalam kesemrawutan sudah bakal berakhir. Ternyata ...................

Setelah merasa cukup nyaman tinggal di hotel di Tempe, saya mulai beraksi mempersiapkan kepindahan saya. Pertama saya mencoba mendapatkan nomor telepon genggam lokal berikut telepon genggam-nya. Sekedar informasi, di Los Angeles saya tidak memakai telepon genggam karena cukup mengandalkan telepon rumah dan telepon kantor. Kedua saya ingin melihat-lihat Tempe dan daerah sekitar secara umum untuk mengenal area.

Untuk mewujudkan kedua hal tersebut saya menyewa mobil dan mulailah berkelana. Ini adalah pengalaman pertama kali mengendarai mobil di Amerika Serikat pakai SIM keluaran Cibabat, Kabupaten Bandung. Sempat terkaget-kaget dengan mobil yang kelewat bagus (Chrysler, kayaknya keluaran 2005), otomatis (belum pernah coba sebelumnya), dan harus menyetir di sisi yang "salah"..:p Tapi ternyata tidak ada masalah kecuali setiap mau belok kiri kanan saya malah menyalakan wiper, sempat panik tidak bisa mematikan alarm keamanan satu kali, dan setiap mau masuk mobil saya selalu menghampiri pintu yang salah. Sisanya, saya baik-baik saja. Mobil sewaan kembali dalam keadaan utuh. Demikian pula saya :) Ternyata pengalaman saya jadi supir angkot Kebon Kalapa - Dayeuhkolot dan Kalapa - Dago selama bertahun-tahun cukup berguna... :D Oh ya, karena cukup (sangat) bandel, saya yang sudah mulai menyetir sejak umur 15 tahun, walaupun tidak pernah punya mobil, cuma modal pinjam dan modal repotin teman saja).

Saya juga berhasil pergi ke pusat pertokoan Arizona Mills untuk mendapatkan sebuah telepon genggam dan nomor dari Verizon. Senang rasanya. Merasa terhubung dengan dunia luar.

Hari ini saya ditemani seorang teman Indonesia yang sudah tinggal di Tempe selama 5 tahun untuk mencari apartemen. Senang sekali, saya bisa mendapatkan apartemen 2 kamar dengan harga 60% dari harga sewa apartemen satu kamar di Los Angeles!

Nah, semuanya ternyata berjalan mulus. Tak ada kesemrawutan lagi.... Eh, eh, tunggu dulu!

Ternyata... tahu-tahu di ujung hari, saya baru sadar bahwa telepon genggam saya yang berusia sangat muda itu hilang. Kami mencoba menelusuri di mana saya kehilangan telepon tersebut. Tidak berhasil. Ya sudah, nomor saya blok. Saya berharap mudah-mudahan telepon tersebut ketinggalan di ruang kantor manajemen apartemen. Hari Senin mungkin sudah kembali jika itu kasusnya.

Sementara itu, saya juga harus kembali ke Los Angeles besok pagi. Karena ternyata saya harus mengambil stiker visa di Kanada (ceritanya panjang, lain kali saja cerita lengkapnya ya). Sehingga sekarang harus melamar visa Kanada dulu di Los Angeles. Jadi ya, saya juga baru pesan tiket Southwest kilat lagi dan harus pikir-pikir akan nginap di mana di LA.

Ya sudah, segitu dulu. Saya mau ngepak koper ya. Nanti kalau saya menulis lagi di MP kemungkinan besar saya sudah di Los Angeles. Di mana di Los Angeles? Entahlah.... kita lihat saja. Mungkin berkemah di pantai. Atau di rumah Arnold Suasanaseger. George Clooney juga barusan menawarkan rumah pantai dia untuk dipakai sementara, tapi saya ragu-ragu untuk menerimanya. Takut dipaksa main filem bareng. Mungkin lebih baik saya terima tawaran Keanu Reeves saja. Entahlah, ternyata susah jadi selebritis. Ada saran sebaiknya saya milih rumah seleb yang mana?

3 comments:

Hesti said...

hahaha, paragraf terakhir ancurrr banget mbak: Arnold, George, Keanu, wadouh3x...
hmm, knp gak nginep di tempat Brad Pitt aja? *grin*
btw, ikut seneng kesemrawutannya akhirnya beres satu per satu. saya aja sampe deg2an ngikutin serial 'semrawut' ini :)

ND said...

Mer, terima tawaran Keanu Reeves aja, Dia pasti ngajak nginep di "The Lake House" dan semoga mimpi yang indah disana...

merlyna lim said...

hesti: Brad Pitt? Ngga ah.. nanti digosipin pers. Maklum ada Angelina Jolie... :)

nd: the Lake House ternyata asik... (as if... :D)