Wednesday, August 23, 2006

Calgary: Bukan hanya sekedar penantian

Laporan langsung dari Calgary.

Saat-saat mendebarkan, yakni jadwal pengambilan visa di konsulat Amerika Serikat di Calgary, sudah tiba. Ia sekiranya akan menjadi penutup manis kisah kesemrawutan (semrawut satu sampai enam) dan kisah visa & imigrasi. Ternyata jalan hidupku, yang memang selalu membuat lekukan-lekukan yang tak bisa diperkirakan sebelumnya, membuat proses pengambilan visa tidak berjalan dengan mudah.

Pagi ini aku bertemu seorang pegawai konsulat yang meminta aku membuktikan kembali kelayakan ku untuk menerima visa O-1. Padahal jelas-jelas aku sudah menerima surat persetujuan dari bagian imigrasi dan kewarganegaraan Amerika bahwa petisi visa O-1 ku sudah disetujui.

Ah, ya memang begitulah adanya. Akhirnya sepanjang hari ini aku habiskan untuk menghubungi pengacara di Arizona, menerima kiriman dokumen digital sebesar 50 MB, mencari printer dan kertas dua rim (karena kalau mencetak di toko cetak malah jauh lebih mahal daripada beli printer). Sekarang aku sibuk mencetak 773 lembar petisi lengkap yang merupakan pembuktian bahwa aku ini layak mendapatkan visa O-1.

Cerita lengkapnya jauh lebih ruwet, melelahkan, menyebalkan, penuh darah dan airmata (ngga pake darah deng). Tapi ya aku baik-baik saja. Aku anggap pengalaman ini sebagai bunga-bunga yang menghiasi perjalanan hidupku. Bisa jadi cerita bagus untuk anak, cucu, dan teman-teman.

Semoga saja besok aku masih memiliki kesabaran dan masih bisa menahan diri dari keinginan melemparkan berkas petisi seberat 4 kilo ini ke muka sang pegawai konsulat yang macam-macam itu.

Saat semua masalah ini berakhir, aku tahu aku akan punya satu hal lagi yang patut aku masukan ke dalam daftar panjang hal-hal yang patut disyukuri dalam hidup ini.

keterangan gambar:
suasana kamarku di penginapan: ada printer baru, kertas2 yang baru diprint, kertas2 kosong dan kaos kaki bau.

9 comments:

Anonymous said...

Mbak mer.., sabar ya n terus SEMANGAT!!!!

nyoman

Mbilung said...

hiyaaaa...makanya saya selalu bilang "tidak" utk semua perintah pergi dan ngantor ke/di US. Ari ceunah sahabat? naha kitu nya?

Devi said...

hm maksudnya petisi itu apa ya? 773 lembar? profile beserta achievement lists gtu ya? hm menarik bener pengalamannya, mesti bikin biografi nih hehehe :)

Anonymous said...

ehm kaus kaki sinterklas calgary wangi,
barangkali petugas imm-nya dari Univ of Ariz atau YouSeeLA, jadi dendam kesumat sama ASU,
kalau ngadep lagi pakai kaca mata tanpa lensa biar pantas jadi extraordinary alien

opie said...

Hayuuuuhhh..semangat terus Prof...:P
itu kaos kakinya mejeng dengan keren euy..hehehehehe

ime' said...

teh, itu beneran petisi ato draft novel 4 jilid????

sabar teh, kalo' mau nimpuk, ya timpuk aja. timpuk ke bantal tapinya...

*sambil nutup (ato mencet yah?) idung*

Ophi said...

euleuh euleuhhh eta 2 rim ?
dibaca kitu nya ku petugasnya? hihihi

merlyna lim said...

nyoman: makasih2.... sabarangat ya :D

mbilung: ya, emang imigrasi US sulit, tapi tetap sih pelamar visa US itu terbanyak dibanding negara2 lain. oh ya, baru tahu ternyata melamar visa negara2 lain (yg bukan negara maju) bisa super sulit juga lho.

devi: ya kira2 begitulah... ada cv, ada surat2 expert opinion, salinan penghargaan2 internasional, daftar publikasi dan contohnya.. dllsbjr lah. bikin biografi? wah, ngga deh..;) kalo ditulisin Devi sih mau :p

anonymous: mungkin si pak Sangar itu ngga lulus masuk ASU :p

opie: keren emang nya... kaki siapa duluuuu......

ime: ya pingin nimpuk, tapi takut orgnya gegar otak eh kena timpuk novel.. eh petisi. eh idung jangan dipencet, nanti masuk rs lagi lho...

ophi: ah, petugas sangar mah mana kuat maca.. paling2 dia juga udah mengkeret liat tebelnya ;) takut ditimpuk ..:p

Dhonatneth said...

Cheers yah Mer, badai pasti berlalu... **kaya syair lagu tuh**... ehh itu kaos kaki, kaya ada jempolnya... =))))