Saturday, July 29, 2006

Visa & Imigrasi (5): Hore.. hore!!

Teman-teman...... ternyata jawaban keputusan petisi sudah keluar hari ini! Hasilnya, pihak imigrasi Amerika Serikat ternyata sepakat bahwa saya ini memang mahluk asing dan juga tidak normal dan berhak mendapatkan visa O-1.

Dengan demikian, terhitung tgl 17 Agustus 1945.. eh 2006, saya sudah menjadi mahluk asing
tidak normal yang legal di Amerika....

Dengan begitu teman2 saya undang untuk makan-makan..... Yuk, makan2 yuk..... Mari makan2 sambil menyanyi.... I'm an alien... I am a legal alien....

Terimakasih ya untuk teman2 yang sudah mengirimkan dukungan, doa, komentar, jampi2, sesajen, karangan bunga dan cindera mata... :p

Wednesday, July 26, 2006

Panas, Lenteng Agung dan tank-top

Ternyata LA Los Angeles hari-hari ini tak beda panasnya dengan LA lainnya, Lenteng Agung. Tiga hari berturut-turut, Sabtu, Minggu dan Senin kemarin, temperatur di LA terhitung sangat tinggi, bahkan termasuk tertinggi dalam sejarah. Temperatur kemarin mencapai sekitar 98F dan dengan kelembaban yang cukup tinggi, temperatur yang terasa adalah sekitar 104-105F. Sebagai mojang priangan alias cewe Bandung coret alias Miss Dayeuh, jelas saya tidak terbiasa dengan udara sepanas itu. Untunglah hari ini temperatur mulai turun. Sore ini "cuma" 85F.

Karena di rumah tak ada AC, hari-hari panas cukup membuat saya sengsara. Air Condition tidak ada, Angin Cepoi-cepoi kurang, boro2 ada Angin Celebug. Alhasil saya berselonjor di rumah dengan 3 kipas angin besar (2 di lantai atas, 1 di lantai bawah) yang membuat saya serasa berada di pantai. Terimakasih untuk biang kerok yang sudah menyediakan kipas-kipas tersebut. Eh.. apa sih bahasa Indonesia-nya landlord? Biang keladi? Oh, induk semang.... ya, maaf.

Walaupun panasnya mirip, yang membedakan Lenteng Agung dengan Los Angeles adalah
kebebasan. Kalau di LA yang satu saya ngga bisa berpakaian super minim (takut didemo), nah di sini bisa. Kalau di dalam rumah malah bisa cuek2an ngga pake apa2. Well, di Lenteng Agung juga bisa kali ya, cuma ya repot banyak nyamuk.

Teman dekat saya bilang (dia cowo), "Mau telanjang keluar rumah juga ngga papa di sini, kalau laki-laki mungkin bisa dilaporkan ke polisi, tapi kalau perempuan sih silakan saja." Dasar!

Satu hal lain yang membedakan, kalau di Indonesia/Lenteng Agung, biar kata hari panas banget, saya ngga mungkin ke kantor pake celana pendek dan tank-top atau pake baju pantai. Bisa disetrap pak hansip. Tapi di sini, ya cuek-cuek aja, kayak saya hari ini... kemarin... dan hari2 lalu.... dan bulan2 lalu...:)

Ya, emang beda tempat beda kebiasaan. Lain ladang lain belalang (masa sih?), lain lubuk lain ikannya. Lain kota lain tank-top-nye....:))

Thursday, July 20, 2006

Visa & Imigrasi (4): Petisiku sudah dimasukkan

Hari Rabu kemarin sepucuk email tiba di kotak suratku. Surat itu dikirimkan oleh sang pengacara kepada para pejabat universitas. Begini isinya:

:::

Dear all,

I would like to let you know that we were able to file Merlyna's O-1 petition today. The process has been very smooth, in large part due to Merlyna's amazing assistance. Now that the petition has been filed, we will receive an answer from U.S. Customs and Immigration Services within the next 15 calendar days. We will update you as soon as we have any news. Thank you all for your help and please do not hesitate to contact me should you have any questions.

Best regards,

Rxxxxx Jxxxxxxxx

:::

Jadi, kita tunggu tanggal mainnya ya. Limabelas hari lagi dari hari H, kawan-kawan... (berarti sekitar tanggal 3 Agustus). Semoga bisa mendapatkan kabar gembira! Nanti kita makan-makan syukuran deh kalau berhasil..... :)

Sunday, July 16, 2006

Visa & Imigrasi..........dan Miss Indonesia!

Walaupun bukan blog akademis, dulu-dulu blog/website saya si Merlyna.Org itu saya anggap pantas dilihat siapa saja. Ya isinya dan komentar2nya aman-aman saja. Jadi saya cantumkan URL blog/website tersebut di CV saya. Lagian ada beberapa lowongan2 kerja tenure-track assistant professor (bidang komunikasi digital/media) yang meminta pelamar mencantumkan alamat URL website pribadi. Dari website itu pula, pengacara saya mempelajari tentang saya, mendownload tulisan2 saya, dll, supaya dia bisa menulis petisi yang pas untuk saya.

Nah, CV standard itu saya pakai untuk petisi visa O-1 yang akan diajukan ke USCIS (United States Citizen and Immigration Services) hari Jumat ini.

Kemarin pagi, tahu-tahu saya panik, karena sadar si Merlyna.Org itu sudah penuh dengan kehebohan Miss-Indonesia-Says-Indonesia-is-a-City, Wah, gimana kalau USCIS baca blog saya?

Saya langsung buru-buru berkata pada pengacara saya.. "Btw, one silly question, will you submit my full CV with the petition? If so, would you please take off my personal homepage from the CV? Uhm... It's just my...writing-for-fun....:) Don't want to it to be read by USCIS..hehe."

Respon dia: "Hahahahahahaha!!!.......... OK, no problem.

Waduh, reaksinya!!!....dia pasti sudah baca posting si Siti itu...!$!#$@%!

Visa & Imigrasi (3): Why I love Schiphol

Seperti yang saya ungkapkan di Visa & Imigrasi bag 1, saya punya banyak sekali kisah seputar daerah perbatasan. Baik suka maupun duka. Saking seringnya berpergian, saya sudah cukup ahli dalam menghadapi berbagai petugas. Kecuali di Turki, saya selalu bisa menghindari masalah di meja imigrasi. Bahkan ada juga beberapa pengalaman yang katanya mustahil malah terjadi pada saya. Salah satunya adalah pengalaman memasuki Belanda (negara Schengen) tanpa visa.

Ceritanya begini.....

Bulan September 2005, sesudah sidang tesis, saya terbang meninggalkan Belanda menuju Bahrain. Dari Bahrain saya melakukan perjalanan menuju Los Angeles via Schipol, Belanda. Karena 2 koper besar saya tinggal di Belanda (tidak bisa dibawa ke Bahrain karena jatah cuma 20kg sementara ke Amerika kan bisa 2 x 70lbs), saya harus keluar dari airport untuk mengambil koper. Lagian saya transit lebih dari 10 jam, jadi kan malas kalau cuma nangkring di dalam. Tapi masalahnya, saya tidak punya visa dan ID Belanda (verblijf) saya sudah kadaluarsa. Saya sebetulnya berusaha mendapatkan stiker return visa dari kantor imigrasi Belanda. Tapi, sewaktu saya berusaha membuat perjanjian lewat telepon, malah dibilang kalau saya tidak bisa mendapatkannya. Katanya, ada yang membatalkan aplikasi ID saya lewat telepon. Ajaib sekali. Masa ada orang yang tahu-tahu membatalkan aplikasi saya sih? Malah dibilang katanya saya sendiri yang batalkan. Gimana siiiih.. lha saya ngga pernah batalkan.. Tapi ya sudah, tak bisa berdebat dengan orang imigrasi lewat telepon. Lagian saya tidak punya banyak waktu untuk mengurus. Jadi saya tinggalkan Belanda begitu saja.

Orang-orang di departemen, profesor saya, beberapa teman terutama orang2 Belanda menyarankan saya untuk tidak berusaha keluar airport, karena tidak memiliki surat apapun. Cukup masuk akal. Resiko-nya kan di-deportasi. Mereka bilang, koper bisa saja diposkan ke Los Angeles. Tapi saya betul2 pingin bawa koper2 tersebut ke Amerika. Lagian jatah penggantian ongkos shipping saya sudah habis.

Setelah berpikir berulang kali, saya memutuskan untuk mencoba saja masuk. Mungkin saya bisa menjelaskan bahwa ada kesalahan dalam aplikasi ID Belanda saya sehingga saya tidak dapat return visa dan bahwa saya pernah tinggal di Belanda, dll, dll, dll.

Pesawat dari Bahrain tiba di Schiphol jam 6 pagi waktu Belanda. Saya, menenteng koper kecil carry-on, langsung berjalan menuju meja imigrasi. Saya merencanakan untuk berterus terang kepada petugas tentang ketiadaan dokumen. Namun saya melihat sebuah kejadian yang membuat saya mengurungkan niat saya tersebut. Di depan saya ada seorang perempuan berwajah Asia mengalami masalah karena dokumen2nya tidak lengkap, walaupun perempuan ini sepertinya sudah memiliki dokumen tertentu. Melihat hal itu, jantung saya langsung berdebar-debar. Saya hampir memutuskan untuk tidak berusaha keluar. Lagian saya sudah bertekad untuk masuk Belanda. Lha wong mustinya saya ini berhak masuk, cuma karena ketidakprofesionalan pihak Imigrasi saja toh saya tidak bisa masuk.

Nah, saya penasaran ingin coba masuk. Saya lalu menenangkan diri. Dan tiba-tiba sisi nekad saya muncul. Saya langsung pasang wajah kalem dan tenang. Saya keluarkan ID saya yang kadaluarsa dan memegang ID tersebut di tangan kanan sementara tangan kiri memegang passport. Begitu giliran saya tiba, saya taruh passport saya di atas meja petugas imigrasi dengan tangan kiri sementara tangan kanan saya menunjukkan ID. Saya tersenyum kepada sang petugas, seorang lelaki muda yang cukup gagah, sambil berkata, "Goede morgen. How are you doing today, Sir?" Si petugas tersebut membalas, "Goede morgen." Dia memandang wajah saya, tersenyum, mengecek passport saya sebentar dan kemudian sekilas melihat ID saya yang masih saya pegang. Hanya beberapa detik saja. Dia malah tidak memegang atau mengecek ID saya sama sekali. Boro-boro melihat tanggal expire-nya. Lalu dia meneruskan pembicaraan, "I am fine. How about you, young lady?" "I am great! Thanks!" sahut saya. Dia tersenyum lebar dan berkata, "That's great." Kemudian si petugas langsung membubuhkan stempel di passport saya, mengembalikan passport dan berbicang-bincang sedikit tentang saya. Dia bertanya tentang sekolah saya, kota asal saya, status, hobby, dll. Biasanya saya tidak menikmati bicara terlalu banyak di imigrasi, tapi kali ini saya layani saja. Kemudian pembicaran dia akhiri, "OK, all is set! Enjoy your stay in the Netherlands! It's really nice talking to you."

"Thank you so much.... Nice talking to you too, Sir, " saya tersenyum. Senyuman saya bukan untuk si petugas tapi untuk diri saya sendiri. Senyum kemenangan! Saya baru saja memasuki Belanda tanpa sepotong dokumen-pun yang masih berlaku. Hahaha....hohoho.... hehehe...

catatan: jangan meniru cara-cara ini dengan semena-mena. cara-cara ini bisa membahayakan diri anda, terutama bila dilakukan tanpa bekal latihan dan kenekadan yang cukup :D

Thursday, July 13, 2006

Mer's Bytes of Bites Tewas

Temen-temen, sekedar pemberitahuan, si Mer's Bytes of Bites sedang koma alias down karena kehabisan bandwidth.

Beberapa hari ini memang tamu-tamu yang diharapkan dan tidak diharapkan beramai-ramai mengunjungi blog saya yang satu itu, terutama melalui posting yang berjudul Miss Indonesia Says Indonesia is a City. Alhasil, trafik naik lebih dari 100 kali lipat dan terbunuhlah si blog itu.

Di blog tersebut, saya sekedar beropini dan menyediakan ruang untuk beropini. Walaupun akhirnya banyak opini yang keterlaluan sih. Ya, apa daya, begitulah ruang publik. Tidak selalu sopan dan beradab.

Begitulah pengumuman saya. Belum sempat saya apa-apakan blog tersebut, karena saya ngantuk, sudah hampir subuh.

Salam hangat untuk semuanya.
Selamat berjuang untuk Miss Indonesia.

m

UPDATE:
Atas kemurahan hati bang Gerry dari 101sitehostigcom, blog tersebut sudah aktif kembali sejak tanggal 13 Juli 2006, pukul 9:16 WIC.

Tuesday, July 11, 2006

Miss Indonesia bilang "Indonesia is......"

Malam ini temen dari Walanda ngasih sebuah link yang bikin aku cukup kaget. Karena konteks-nya adalah bahasa Inggris, aku posting komentar di blog satunya ya. Silakan menikmati.

Thursday, July 06, 2006

Kencan dengan polisi LA

Tanggal 4 Juli kemarin adalah hari libur besar di Amerika Serikat. Hari kemerdekaan Amerika yang ke 23, eh, salah itu sih umur saya :P.... maksudnya 230. Hari itu juga adalah hari piknik bagi keluarga2 Amerika. Mereka biasanya piknik di taman publik atau di pantai. Ada juga yang nekad piknik di lapangan parkir! Kasian banget yeee...

Malamnya, dimana-mana ada perayaan firework, alias kerjaan api.. hehe. Kembang api dinyalakan di mana-mana. Nah, malam kemarin itu saya juga ikutan rame-rame nonton kembang api. Sekitar jam 8:50 malam saya bergegas naik sepeda menuju Colloseum. Katanya jam 9 pesta kembang api bakal digelar di situ, sekitar 9 blok dari rumah saya.

Pas udah dekat, karena gelap, saya agak bingung, di mana sebenernya orang-orang bakal ngumpul. Saya lihat aja ke langit. Langit udah mulai dipenuhi mencrang-mencrongnya kembang api. Ternyata sebelum jam 9 pesta sudah dimulai. Saya mengayuh sepeda semakin kencang menuju arah suara ledakan dan mengikuti petunjuk gemerlap kembang api di langit. Semangat sekali mau mendekat ke Colloseum.

Saking semangatnya, saya tidak lihat2 sekitar. Lagian lampu2 dimatikan, jadi gelap sekali.
Tahu-tahu, lagi semangatnya mengayuh sepeda, terdengar orang ngomong, "Back off, back off!". Saya longok-longok kiri-kanan-depan-belakang. Siapa nih yang ngomong? Terus kedengar lagi, "Back off, back off!". Saya tetap mengayuh dengan santai. Lha orangnya ngga kelihatan. Lagian back-up ngapain? Oh back off ya.... Eh, terus ada suara lagi, kedengeran kayak suara dari toa, "Hey, you, back off!"

Tahu-tahu ada cahaya menerangi saya. Ternyata mobil polisi berhenti di depan saya. Terus saya tetep cuek. Dalam hati,"Ada apa sih nih polisi, paling-paling patroli!". Saya malah membelokkan sepeda mengambil jalan di samping mobil polisi. Eh, tahu-tahu satu polisi keluar dari mobil dan pake toa ngomong, "You, on the bike...." Nah, baru ngeh, ternyata dia manggil saya. Saya terus berhenti. Dia bilang, "You're not allowed to be here." Saya bilang, "Oh, really? But.. OK, I'll leave", dan langsung naek sepeda lagi meneruskan perjalanan. Eh, polisi bilang, "Oh, no, you should turn the other way around." Terus saya bilang, "But where? I want to see fireworks." Polisi kelihatan bingung, terus dia tunjuk ke sebrang jalan, "How about there?". Baru mataku terbuka, ternyata ratusan orang ngumpul di lapangan seberang jalan. Koq tadi ngga keliatan ya? Pura-pura bodoh, saya menyahut, "Ooooh, right! Thanks, I'll go there!". Saya kembali naik sepeda dan nyebrang jalan. Polisi geleng-geleng dan ratusan mata mengikuti gerak sepedaku mendekat ke arah mereka. Mungkin mereka pikir ini cewe buta ngga bisa liat orang ngumpul di sebrang jalan.... tapi koq bisa naek sepeda ya?

Ngga tau ah.... gelap... Emang gelap kog!

Monday, July 03, 2006

Siapa yang lebih popular?

Mau tahu siapa yang lebih popular? George Bush atau Britney Spears? SBY atau Inul?
Silakan lihat hasil keisengan saya di sini.