Wednesday, April 12, 2006

Laptopku... oh... my Powerbook!

Hari ini, subuh-subuh, sekitar jam 4, aku dengar suara langkah orang yang seperti bersumber dari lantai bawah apartemenku. Aku tidur di lantai atas, tapi void ruang tangga yang cukup besar membuat aku bisa mendengar apapun yang terjadi di lantai bawah. Karena aku masih sangat ngantuk, aku coba untuk tak menghiraukan suara-suara itu. "Ah, mungkin bukan dari lantai bawah, tapi dari luar." Kutarik selimutku dan kucoba untuk kembali tidur.

Beberapa menit kemudian, kudengar suara orang bercakap-cakap. "Let's do it now", kata seorang pria bersuara berat. "Ok, let's get this and that and get out from here", seorang pria lainnya menyahut. Sejenak aku tertegun. Tak lama jantungku mulai berdebar-debar. "Aduh, celaka! Dua laki-laki ini benar-benar sudah ada di apartemenku!".

Aku mulai panik. Terdengar suara orang menyeret-nyeret meja. "Ah, pasti mereka sedang berusaha mengangkat pesawat televisi dan dvd player ku," aku menebak-nebak. Aku tak begitu peduli dengan kedua benda itu, keduanya aku dapat hampir gratis. Aku berpikir dan berusaha mengingat-ingat barang berharga apa saja yang ada di lantai bawah. Hampir semuanya barang-barang yang aku dapat secara cuma-cuma. Beberapa barang berharga seperti lemari es dan stove/oven adalah milik induksemangku.

Anehnya aku tidak takut mereka naik ke lantai dua. Aku pikir aku bisa pukul kepala mereka dari atas pakai setrikaan atau radio-alarm kalau mereka berusaha naik.

"Arrrrrrgh, celaka!!!!!" tiba-tiba aku benar-benar panik. Aku teringat bahwa Mac kecilku, si laptop Apple Powerbook G4 mungil yang ukurannya lebih kecil dari kertas A4 itu, tergeletak di sofa di ruang duduk. Pikiranku mulai kalut. "Bagaimana kalau sampai si Mac kecil diambil kedua lelaki itu?" Si Mac kecil itu aku memang dapatkan tanpa mengeluarkan uang. Tapi dia adalah sebagian dari hidupku. Walaupun aku sudah menyimpan sebagian besar data dalam bentuk CD, DVD, dan juga di ruang virtual, data-data yang tersimpan dalam tubuh si Mac kecil sangat berharga. Aku hampir menangis memikirkan hal ini.

Sementara itu keributan di lantai bawah semakin menjadi. Srrttttt....srrrtttt.. suara orang mendorong-dorong meja dan lemari terdengar dengan jelas. Tak lama kudengar langkah berat menaiki tangga. Kudengar kedua laki-laki itu bercakap-cakap satu dengan yang lain. Aku membatu. Tak bisa kemana-mana. Hanya bersembunyi dibalik selimutku. Dag dig dug, jantungku berdegup kencang. "Ooooh, apa yang harus kulakukan??????????"

Tahu-tahu, tak lama kemudian semua suara itu hilang. Sunyi senyap. Tak ada lagi langkah orang. Tak ada suara percakapan. Apakah yang terjadi?

Aku terbangun. Tertegun sejenak. "Aih, mimpi sialan!!!!" Masih gemetar, aku langsung bangkit dari kasurku lalu lari menuruni tangga. Langsung menuju sofa di ruang duduk. Kulihat Mac si laptop kecil masih tergeletak di sana. Kuambil dan kudekap dia erat-erat. Oh, laptopku, alangkah bahagianya aku melihat dirimu!

18 comments:

Jay said...

Duh duh duh... bikin kaget aja!

Orang yang terbiasa hidup di dalam komputer dan internet pasti dag dig dug denger kehilangan komputer dan datanya, meskipun sudah dibackup di berbagai tempat.

-rino said...

kok mimpinya kemalingan sih, mer?

emang lagi mikirin apa sampe mimpinya begitu?

dy said...

garing... garing maneh... orang udah tegang.. :P

Anonymous said...

haaah udah tegang kirain beneran ada maling di LA Mer .. .artinya cinta baengt tuh sama powerbooknya hehe ..

patsy

Anonymous said...

To see or use laptop in your dream, suggests that you need to be able to reach out and communicate with others in any circumstance. ??? zzzzzzz ???
Your real life is better than your dream !

merlyna lim said...

jay: hihi.. maap kang Jay, bikin kaget. dikau kan mengerti, data itu penting. lebih penting dari hardware-nya.
rino: kebanyakan mikirin ttg pintu gue yg kurang pakem kunci-nya kali. atau kebanyakan mikirin si ujang... naon, teu nyambung nya?:)
dy: maap atuh neng.. hahahahaha.
patsy: cinta mati kali ye... cinta buta..ta..ta...taaaa...
anonym: ah, saya mah yg simpel2 aja. tidak mau terjebak asumsi psikologis. tapi kalo mau berfilosofi...hayu. emangye dream itu ngga real. my physical life is a set of fulfilled dreams. real and dream are blurred.

pohon cemara said...

Ya ampun mer...kirain beneran udah deg-degan bacanya....kalo' laptop ku ilang aku juga bisa ilang kesadaran....hahahha..!!

ime' said...

yeuuuhhh... teeehhh, pliss deeehhh... deg-degan...

kok bisa mimpi kemalingan sih? mungkin laptop teteh berdoa, abis suka ditinggal sih ama teteh :P terus teteh dikasih mimpi gitu... weklekekekeke... dijaga ya teh, laptopnya :)

merlyna lim said...

p.cemara: mangapin daku bikin deg2an. tapi emang asli mimpinya gitu euy..

ime: wah...si Mac G4 ini kagak pernah ditinggal2 lah.. kemana2 dibawa, paling2 ditinggal tidur. kadang ke kamar mandi juga dibawa..(serius lho, kan wireless ;P)

Anonymous said...

Yahh..udah deg degan nich, baca sambil dandan plus deg degan untung lipstiknya gak salah nempel.

merlyna lim said...

anon (9:09am): haha, lucu... gimana hasil lipstik + deg2an nya? sukses?

Anonymous said...

Lipstik+deg2annya sukses sich Mer, tapi khan sport jantung jg. Okelah sering2 ya posting yg bikin deg2an...seru aja..tapi jgn bikin penasaran.

Ang Tek Khun said...

Hmm, ending yang menarik :)
Senang menemukan blog ini.
Salam kenal...

Myr said...

berhub gue alergi horor or action so lsg jump ke bag akhir utk tau ending-nya dulu..baru baca runtut dari awal lagi. dasar ah..hehe. bagus tapi mer, surealis dream ;) sering2 aje

merlyna lim said...

anon (11:40am): untung deh lipstikmu beres.. kalo engga gue bisa merasa bersalah seumur hidup, bikin tampang org berantakan..:)
ang tek khun: makasih ya udah menikmati sisi horor dari diriku..salam kenal juga!
myr: elu curang! btw, gue sering mimpi surealis, tapi banyak yg kagak lulus sensor! kelewat horor soalnya...

juz someone said...

hmm kayanya semacam freudian dream...selingkuh dengan laptop...

Ophi said...

Tahhh kan laptopnya ga jadi ilang
jadi bisa kirim postingan ke wsab

*kabuuurrrrr hihihi

merlyna lim said...

juz someone: ya ngga papa deh selingkuh sama laptop... daripada sama lap bau...

ophi: waaaaa... maap atuh neng. iya, ini abis konferensi besok sama lusa, abdi bade nyerat deh.... kanggo wsab.