Thursday, March 02, 2006

Hari Buku se-Dunia: "Access to Books should be a Right"


designed by mer,
a public service announcement for the world book day
published in the Jakarta Post, 2 March 2005


Hari ini, 2 Maret, adalah Hari Buku Se-Dunia, alias World Book Day. Hari yang mengingatkanku bahwa banyak anak-anak di dunia ini yang tidak memiliki kesempatan untuk bergaul dengan buku. Jangankan bergaul, mungkin ada yang baca buku pun belum pernah.

Aku merasa beruntung karena sewaktu kecil aku punya kesempatan baca. Memang orang-tuaku ngga pernah belikan aku buku. Seingatku, selain buku pegangan sekolah, aku tak punya buku lain satupun. Tak ada majalah, tak ada buku cerita, nothing. Tapi aku selalu membaca di perpustakaan. Aku ingat waktu SD aku selalu nangkring di perpustakaan sekolah. Sejak pergi ke sekolah sendiri naik angkot (kelas 4-5 SD), aku biasanya datang ke sekolah agak pagi (karena sekolahku siang) dan membaca di perpustakaan. Sewaktu di SMP malah lebih panjang lagi jam bacaku di perpustakaan. Karena aku sekolah pagi, aku menghabiskan waktu berjam-jam sepulang sekolah dengan membaca di perpustakaan. Di SMP juga aku rajin meminjam buku. Tak selalu buku yang serius yang kupinjam, kebanyakan sih buku-buku cerita. Dari Tintin, Grimms Bersaudara sampai Lima Sekawan. Dari Kembang Manggis sampai Marga T. Kadang baca-baca juga biografi para tokoh sejarah. Aku paling senang baca tentang para ilmuwan seperti Galileo Galilei.

Masa-masa SMA adalah masa-masa main dan bolos. Jarang membaca. Di ITB semakin jarang membaca. Kacau ya? Selepas ITB aku mulai membaca lagi. Sekarang aku masih suka baca walaupun tidak intensif karena lebih sering nonton filem (maklum dulu aku jarang nonton filem karena dilarang ortu). Tapi tetap terasa bahwa membaca waktu kecil itu adalah pengalaman yang menyenangkan dan banyak manfaatnya.

Ini sudah abad 21, tapi masih banyak anak Indonesia yang tidak seberuntung aku waktu kecil. Masih banyak yang tak punya akses terhadap buku. Apa anda tergerak membantu? Cara yang paling gampang adalah dengan mendonasikan buku ke 1001buku lewat Book-Drop-Box yang tersedia di berbagai lokasi di Jakarta, Bandung, dan kota2 lain. Komunitas 1001Buku adalah jaringan relawan dan pengelola perpustakaan anak yang berkomitmen untuk menyediakan akses bacaan berkualitas bagi anak-anak yang kurang beruntung. Ayo, cepat cek gudang anda. Donasikan buku-buku yang sudah lama tidak dibaca... sebelum bulukan!

3 comments:

Rihard-Susy-Daniel said...

Pengalaman kita hampir sama mer. Daku tak punya buku selain buku pelajaran, pernah ding langganan bobo setaon waktu kls 5 SD. Tapi meskipun hampir gak pernah beli buku cerita, daku banyak baca di perpustakaan sekolah. Baca emang hobiku, meski sekarang rada susah ya cari waktu buat baca. Semoga program 1001 buku itu sukses n moga in future aku bisa bantu.

Sahrudin said...

ck, ck, ck. emang udah dari sononya cerdas si tante ini...

minder lagi aja ahh...

keluarga yap said...

teh mer,,,,
lamun book-drop-box di amrika aya teu?
hatur nuhun nu kasuhun ti connecticut