Monday, August 16, 2004

Merdeka atau Kau Mati

-Hormat pada yang mati tak bernama-

Setengah abad yang lalu.
Gaung bergelegar suara
Bung Karno, Bung Sjahrir, Bung Hatta, Bung Tan Malaka:
Merdeka atau mati, dan gelora revolusi
memecah kesunyian jiwa muda
meruncing pada bambu, menusuk
membuncah merah nasionalisme.
Mati dan Merdeka!

Seperempat abad kemudian.
Jiwa Bung dipendam
pada tengkorang retak tak bernama
oleh hantaman moncong dan injakan lars.
Kesakitan yang membisu
ditimpuk slogan dan janji-janji.
Merdeka dan Kau mati!

Setengah abad berlalu.
Sayup suara jiwa Bung,
ditingkah kata yang membusa kebohongan
tuli dan bisu menyumpal mulut berbau kecoa
tangan-tangan dekil mengais
lembaran dan logam di lubang kóreng* rakyat,
lidah-lidah menari pada pantat
pun kemaluannya sendiri.
Siapa peduli nasib yang mengejek
terdengar suara tawa
untuk kebadutan: Merdeka dan Kau mati!
Tawa yang menunggu marah.

karya: Prihandono B. Kusumo

2 comments:

Anonymous said...

MERDEKA Mer!!!

Tapi Mer, banyak juga situs di Internet yg bilang Indonesia merdekanya tahun 1950, tepatnya 17.08.1950
(cari aja di Google)

Seinget gue sih, pengakuan kedaulatan dari bongso Londho (Bhs Jawa, artinya Blande) setelah KMB kejadinnya enggak tanggal 17 Agustus. Bisa cari tahu gak, asal usul salah kaprah ini?

AN

merlyna lim said...

Ngaco sih ya, koq jadi 17 agustus 1950? Pengakuan kedaulatan kan 27 Desember 1949, ya?
Gue belom tau kenapa jadi salah kaprah gitu...
Yg pasti kalo deklarasi kemerdekaan gue tetep setuju tahun 1945. Kalo soal bener2 merdeka-nya sih.. entah ya.. emang kita sekarang udah merdeka?..:P