Friday, July 16, 2004

Rindu

Entah kenapa, pagi ini tiba-tiba ingin menulis dalam bahasa Indonesia... (buat yang ngga ngerti... ya udah.. sukurin deh luh..hehe). Mungkin karena sudah lama tidak berbicara dalam bahasa Indonesia? (Ah, engga juga... hari Minggu kemaren masih ketemu temen orang Indo dan ngobrol ngelantur ngalor-ngidul). Mungkin karena memang sudah lama tidak mnulis dalam bahasa Indo kecuali untuk ber-email-ria dengan teman2 lama. Mungkin juga pelampiasan alam bawah sadarku karena bulan depan aku tidak jadi pulang ke Indo. Yah, mungkin.. mungkin saja.. mungkin saja abstraksi dari sebuah kerinduan.

Kerinduan... 'rindu', rasa yang umum diakui mereka yang tinggal jauh dari keluarga dan teman. Rasa yang biasa menghantui mereka yang tinggal jauh dari tanah air atau negara asal. Tapi aku tak pernah mengatakan kata itu. Aku pikir rasa rindu itu sudah hampir hilang dilibas waktu. Aku pikir kata 'rindu' itu sudah berbaur kata 'terbiasa'. Tiga tahun terakhir sedikit sekali waktu yang kuhabiskan bersama keluarga dan teman-teman di Indonesia dan aku menjadi terbiasa. Tak pernah berusaha membunuh rasa rindu karena aku sudah terbiasa dengannya. Sehingga kerinduan bukanlah lagi sebuah kerinduan.

Namun hari ini kusadari, mungkin rasa rindu itu tetap ada. Karena aku masih bermimpi tentang ibuku yang selalu menjinjing kantung keresek berwarna hitam ke pasar setiap pagi, ayahku dengan celana pendek biru favoritnya dan sandal jepit yang sudah hampir rata dengan tanah, adikku yang sering terkantuk-kantuk tak kenal waktu dan tempat, dan keponakanku si jenius Abel yang super lucu.

Ya, rasa rindu itu pernah ada. Masih ada. Akan selalu ada.





2 comments:

dy said...

Hola Mer... ternyata, di sini tho mangkalnya...
seneng deh ketemunya ga disangka-sangka!
Hmmm... aku rindu... batagor...

merlyna lim said...

haha.. sialan.. rindu batagor.. sama dong sama gue..!